LombokPost - Dunia kriminal internasional dikejutkan dengan tewasnya gembong narkoba paling diburu, Nemesio Oseguera Cervantes atau yang dikenal sebagai 'El Mencho'.
Pemimpin tertinggi Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG) ini dipastikan tewas dalam sebuah operasi militer dramatis.
Yang digelar oleh pasukan khusus Angkatan Darat Meksiko di Tapalpa, negara bagian Jalisco.
Baca Juga: AKBP Didik Tepis Terima Uang dari Bandar Narkoba, Asmuni: Kami Punya Bukti Chat
Detail Operasi Militer
Operasi tersebut merupakan hasil kerja sama intelijen tingkat tinggi antara militer Meksiko, Pusat Intelijen Nasional, Kantor Jaksa Agung, serta dukungan informasi dari otoritas Amerika Serikat.
Kontak Senjata: Dalam baku tembak yang sengit, personel militer diserang oleh anggota kartel. Aparat membalas agresi tersebut yang mengakibatkan total 7 anggota CJNG tewas, termasuk El Mencho.
Penyitaan: Militer menyita berbagai senjata berat dan kendaraan lapis baja, termasuk peluncur roket yang mampu menjatuhkan pesawat.
Korban Aparat: Tiga anggota pasukan khusus mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke Mexico City.
Kerusuhan dan Status Siaga Merah
Sesaat setelah kabar kematian El Mencho terkonfirmasi, kelompok CJNG langsung melancarkan aksi balasan bersenjata.
Blokade dan Pembakaran: Laporan mengenai blokade jalan, pembakaran kendaraan, dan bentrokan bersenjata beredar luas di media sosial.
Status Siaga: Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, telah menetapkan Status Siaga Merah. Warga diminta untuk tetap berada di dalam rumah dan layanan transportasi umum dihentikan sementara.
Wilayah Terdampak: Kekerasan dilaporkan meluas ke negara bagian lain yang menjadi basis operasi CJNG, seperti Tamaulipas, Michoacán, dan Nayarit.
Profil 'El Mencho'
El Mencho merupakan mantan anggota kepolisian yang berubah menjadi bos kartel paling ditakuti. Di bawah komandonya, CJNG berkembang menjadi organisasi kriminal yang sangat brutal dan berpengaruh secara global.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya telah menawarkan hadiah sebesar USD 15 juta (sekitar Rp 230 miliar), sementara pemerintah Meksiko menjanjikan 300 juta peso untuk penangkapannya.
Kematiannya dianggap sebagai titik balik besar dalam perang melawan kartel di Meksiko, namun sekaligus memicu kekhawatiran akan kekosongan kekuasaan yang bisa menyebabkan perang saudara antar-kartel yang lebih berdarah.
Editor : Kimda Farida