Begitu gembong narkoba paling diburu, Nemesio "El Mencho" Oseguera Cervantes, dikabarkan tewas, anggota kartel raksasa Jalisco New Generation Cartel (CJNG) langsung "mengamuk" dan mengubah kota-kota wisata menjadi zona perang yang mengerikan.
Dikutip dari laporan BBC, kekerasan pecah di 20 negara bagian Meksiko sebagai aksi balas dendam atas kematian pemimpin mereka.
El Mencho, yang merupakan buronan nomor satu dengan imbalan USD 15 juta (sekitar Rp 237 miliar) dari Amerika Serikat, mengembuskan napas terakhir dalam tahanan setelah terluka parah dalam baku tembak sengit melawan pasukan khusus.
Aksi anarkis kartel ini benar-benar membuat nyali warga menciut.
Di berbagai kota, anggota kartel membakar bus, memblokade jalan dengan paku, hingga menghanguskan puluhan bank dan apotek.
Pemandangan mencekam terlihat di Puerto Vallarta, sebuah resor pantai populer, di mana asap hitam membumbung tinggi dari mobil-mobil yang dibakar di tengah jalan.
"Saya sangat takut karena tidak tahu apa yang sedang terjadi," ujar Sara Morales, seorang turis yang terpaksa dievakuasi dari pantai saat sedang berlibur bersama anak-anaknya.
Ketegangan juga menjalar hingga ke Bandara Guadalajara.
Para pelancong terlihat berlarian dan tiarap di lantai terminal setelah mendengar rentetan tembakan dari jalan raya terdekat.
Otoritas setempat langsung menetapkan status "Kode Merah" di negara bagian Jalisco.
Transportasi umum dihentikan total, sekolah-sekolah diliburkan, dan wisatawan asing diperintahkan untuk tetap berada di dalam ruangan demi keselamatan mereka.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, terus berupaya menenangkan publik dan memuji keberhasilan pasukan keamanan dalam melumpuhkan El Mencho.
Hingga saat ini, sebanyak 25 orang telah ditangkap terkait aksi pembakaran dan penjarahan massal tersebut.
Meski sebagian blokade jalan mulai dibuka, suasana di jantung kekuatan kartel CJNG dilaporkan masih sangat genting.
Editor : Marthadi