Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Khamenei Dikabarkan Dipindah, Rudal Iran Hujani Wilayah Israel

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 28 Februari 2026 | 19:19 WIB

Iran mengamuk! Pangkalan militer AS di Timur Tengah dibombardir
Iran mengamuk! Pangkalan militer AS di Timur Tengah dibombardir

 

LombokPost - Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran pada Sabtu pagi (28/2) waktu setempat, memicu eskalasi militer luas di Timur Tengah.

Iran merespons dengan menembakkan rudal ke pangkalan militer AS di kawasan Teluk dan meluncurkan gelombang serangan ke wilayah Israel.

Serangan gabungan AS–Israel tersebut diikuti laporan ledakan di berbagai negara kawasan, termasuk Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar.

Otoritas UEA menyebut satu orang tewas akibat serpihan rudal Iran yang jatuh di wilayahnya.

Di Iran, ledakan mengguncang ibu kota Teheran. Warga melaporkan kepulan asap dari distrik yang mencakup kompleks istana kepresidenan.

Media Iran juga menyebut sasaran serangan mencakup fasilitas militer dan titik strategis di ibu kota.

Sementara itu, Iran menembakkan gelombang rudal balasan ke Israel. Ledakan terdengar di langit Yerusalem, dengan sistem pertahanan udara Israel berupaya mencegat “rentetan rudal” yang diluncurkan dari Iran, menurut pernyataan militer Israel (IDF).

Pejabat Israel menyatakan serangan mereka menargetkan pimpinan tertinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian.

Namun sumber Iran menyebut Pezeshkian dalam kondisi aman. Khamenei diyakini tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi aman.

Presiden AS Donald Trump menyebut operasi militer terhadap Iran sebagai kampanye “besar dan berkelanjutan” yang bertujuan menghancurkan kekuatan militer Iran, menghapus program nuklirnya, dan mendorong perubahan pemerintahan di Teheran.

"Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang segera dari rezim Iran,” ujarnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan operasi tersebut dilakukan untuk menyingkirkan “ancaman eksistensial” terhadap Israel.

Eskalasi ini terjadi sehari setelah perundingan AS–Iran terkait program nuklir Teheran berakhir tanpa hasil pada Jumat (27/2).

Kedua pihak sempat memberi sinyal pembicaraan lanjutan pekan depan, meski Trump sebelumnya menyatakan “tidak puas” dengan kemajuan negosiasi.

Situasi keamanan di Timur Tengah kini berada pada tingkat siaga tinggi. Negara-negara Teluk meningkatkan kewaspadaan pertahanan udara, sementara komunitas internasional menyerukan de-eskalasi untuk mencegah konflik regional yang lebih luas.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Eskalasi militer #konflik timur tengah #Trump Netanyahu #AS Israel Iran #Serangan rudal Teluk