Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rudal Hantam Wilayah Dekat Permukiman WNI di Dubai, PMI Resah

Hamdani Wathoni • Minggu, 1 Maret 2026 | 23:01 WIB

Salah satu gedung di Dubai terdampak rudal bom ketegangan Israel -Iran, Minggu (1/3).
Salah satu gedung di Dubai terdampak rudal bom ketegangan Israel -Iran, Minggu (1/3).

LombokPost - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berdampak langsung pada warga sipil, termasuk Pekerja Migran  Indonesia (PMI). Sejumlah wilayah di Dubai dilaporkan terdampak serangan bom rudal yang disebut berasal dari Iran sejak Sabtu (28/2) hingga Minggu (1/3).

Salah seorang Warga Negara Indonesia, Ilham Satriadi, mengaku merasakan langsung dampak situasi tersebut. Kepada Lombok Post, Ilham menuturkan bahwa lokasi serangan berada tidak jauh dari tempat tinggal dan tempatnya bekerja.

“Lokasinya dekat dengan tempat tinggal dan tempat kerja kami,” ujar pria asal Lombok Barat tersebut, Minggu (1/3).

Menurut informasi yang diterimanya, serangan itu dipicu oleh dugaan keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut. Kabar mengenai fasilitas militer itu menyebar cepat di kalangan pekerja migran dan memicu kekhawatiran.

Akibat serangan tersebut, aktivitas pusat perbelanjaan sempat lumpuh. Ilham menuturkan bahwa pada Sabtu (28/2) seluruh mal di kota itu bahkan ditutup sementara demi alasan keamanan. Namun, kondisi berbeda terjadi di tempatnya bekerja.

“Akibat serangan bom ini, sejumlah mal di Dubai ditutup. Namun masih ada beberapa restoran yang masih buka seperti tempat saya bekerja,” tuturnya.

Restoran tempat Ilham bekerja tetap beroperasi meski suasana mencekam masih terasa. Ia menggambarkan situasi kota yang sempat lengang dan dipenuhi rasa waswas. Informasi mengenai memanasnya konflik kawasan, yang melibatkan Iran, Israel, Amerika Serikat dan sekutunya, semakin memperkuat kecemasan para pekerja asing.

Kabar ketegangan regional tersebut sampai juga ke telinga para pekerja migran Indonesia. Isu adanya pangkalan militer asing di sekitar wilayah tempat tinggal mereka membuat sebagian pekerja diliputi kekhawatiran akan kemungkinan serangan lanjutan.

Bagi Ilham, situasi ini bukan hanya soal keselamatan, tetapi juga pergulatan batin. Ia mengaku sempat terlintas keinginan untuk pulang ke Tanah Air. Rasa cemas bercampur rindu keluarga yang telah lama dipendam semakin menguat ketika suara ledakan dan kabar penutupan fasilitas umum terdengar.

“Hari Sabtu seluruh mal bahkan sempat ditutup. Tapi restoran tempat saya bekerja tidak ditutup,” katanya.

Meski demikian, ia tak memiliki banyak pilihan. Kontrak kerjanya telah diperpanjang selama dua tahun dan jadwal cuti belum tiba. Dalam kondisi serba tidak pasti, Ilham memilih bertahan sambil terus memantau perkembangan situasi.

Ia berharap kondisi segera kondusif agar para pekerja migran dapat kembali menjalani aktivitas dengan tenang tanpa dibayangi rasa takut. 

Editor : Marthadi
#Israel #PMI #amerika #iran #Dubai