Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Timur Tengah Kian Membara, Tolak Negosiasi, Iran Gempur Semua Sekutu AS di Sekitar Teluk Persia

Lombok Post Online • Selasa, 3 Maret 2026 | 10:52 WIB

Kepulan asap membubung setelah serangan rudal di Teheran.
Kepulan asap membubung setelah serangan rudal di Teheran.

LombokPost - Di Abu Dhabi dan Dubai, Uni Emirat Arab; Doha, Qatar; Manama, Bahrain; maupun Kuwait City, Kuwait, ledakan terdengar berkali-kali Senin (2/3).

Iran menyerang berbagai aset dan fasilitas Amerika Serikat (AS) di negara-negara tersebut sebagai balasan atas serangan AS dan Israel.

Iran bahkan juga menghantam pangkalan angkatan udara Inggris di Siprus yang menjadi basis militer AS untuk menyerang Iran.

Sedangkan Israel menggempur Lebanon setelah Hizbullah, kelompok yang didukung Iran, menembakkan rudal dan drone ke wilayah mereka sebagai retaliasi atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Semua itu menjadi bukti bahwa aksi Israel dan AS menyerang Iran telah memicu krisis regional.

Diperkirakan kondisi tersebut masih akan berlangsung lama karena Teheran tegas menyatakan tidak mau berunding setelah gempuran Israel dan AS menewaskan total 555 orang, termasuk Khamenei. Di Teheran, kemarin, ledakan beruntun terdengar di berbagai sudut.

Setelah kematian Khamenei, Iran menegaskan, bakal melakukan serangan balasan besar-besaran. “Iran sama sekali tak ada rencana untuk bernegosiasi dengan AS,” kata Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Larijani seperti dikutip dari Al Jazeera, membantah pemberitaan media AS bahwa dia berupaya mengajak AS kembali ke meja perundingan terkait nuklir.

Abas Aslani, periset senior di Middle East Strategic Studies, menilai bahwa Iran sudah mengantisipasi serangan AS dan Israel. “Karenanya mereka bisa segera merespons,” katanya.

Di Kuwait, Kementerian Pertahanan setempat mengakui, sejumlah jet tempur AS jatuh. Namun, semua kru selamat. Tidak dijelaskan lebih lanjut apa penyebabnya. Tapi, diduga kuat terkait dengan serangan Iran.

Masih di Kuwait, asap terlihat dari Kedutaan Besar AS. Dalam pernyataan resminya, Kedutaan Besar AS juga meminta semua pihak agar tidak mendatangi lokasi mereka. “Segera berlindung,” kata Kedutaan Besar AS dalam pernyataan resmi mereka seperti dikutip Middle East Eye kemarin.

Api juga terlihat di Kilang Minyak Ras Tanura, Arab Saudi. Pemicunya dua drone yang terjatuh setelah diintersep. Keduanya diduga kuat sebagai pesawat nirawak yang ditembakkan Iran.

Sedangkan di Israel, mengutip media setempat yang dikenal beraliran kiri Haaretz, sebanyak 200 bangunan rusak akibat serangan Iran.

Adapun Yordania menutup wilayah udara mereka dari pukul 18.00 sampai 09.00 setiap hari mulai kemarin hingga waktu yang belum ditentukan.

“Penutupan ini dilakukan menyusul perkembangan situasi regional dan penghitungan risiko yang selaras dengan standar internasional,” kata Komisi Penerbangan Sipil Yordania dalam rilis resmi mereka.

Semua Opsi Terbuka

Tentang kemungkinan Israel, dengan bantuan AS tentu saja, menyiapkan gempuran darat, hal tersebut terbuka. Juru Bicara Militer Israel Effie Defrin mengatakan, pihaknya telah memobilisasi sekitar 100 ribu pasukan cadangan, belasan batalion, brigade, dan divisi.

“Semua opsi masih terbuka,” katanya seperti dikutip dari Al Jazeera.

Sejak serangan hari pertama pada Sabtu (28/2) pekan lalu, Israel dan AS menggempur lewat udara.

Begitu pula dengan serangan balasan Iran. Israel dan Iran memang tidak berbatasan darat. Namun, mengingat negara-negara tetangga Iran merupakan sekutu AS, jika benar Israel dan AS memobilisasi tentara lewat darat, hal itu memungkinkan dilakukan melalui negara-negara tersebut.

Sementara itu, gempuran Israel ke Lebanon menyebabkan 31 orang tewas. Sebelumnya, Hizbullah kelompok yang didukung Iran, melakukan serangan ke fasilitas pertahanan rudal Mishmar al-Karmel di dekat Haifa, Israel, sebagai bentuk pembalasan atas tewasnya Khamenei.

“Hizbullah melancarkan kampanye melawan Israel dalam semalam dan sepenuhnya bertanggung jawab atas setiap eskalasi. Musuh mana pun yang mengancam keamanan kami akan membayar harga mahal,” ujar Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir.

Sebuah drone juga dilaporkan jatuh di pangkalan Angkatan Udara Inggris di Siprus. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Inggris menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militer mereka guna menyerang fasilitas rudal Iran.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dalam pernyataan resminya Minggu (1/3) menegaskan, Inggris tidak akan terlibat langsung dalam serangan, melainkan hanya mengizinkan penggunaan dua pangkalan untuk tujuan defensif terbatas.

“Kami menerima permintaan ini untuk mencegah Iran menembakkan rudal ke kawasan, membunuh warga sipil tak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris, dan menyerang negara-negara yang tidak terlibat,” kata Starmer.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran menembakkan rudal ke kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan kediaman Komandan Angkatan Udara Israel Tomer Bar kemarin (2/3).

Serangan tersebut bagian dari pembalasan setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan gempuran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran  Ayatollah Ali Khamenei. 

Menggunakan Rudal Kheibar produksi dalam negeri, IRGC juga menyasar pusat keamanan dan militer di Haifa serta wilayah Yerusalem Timur. Klaim tersebut disampaikan melalui kantor berita Fars yang berafiliasi dengan pemerintah Iran.

Hingga berita ini selesai ditulis tadi malam pukul 20.00 WIB, belum diketahui nasib Netanyahu dan Bar. Juga kerusakan yang terjadi di kedua tempat yang jadi sasaran tembak. (lyn/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#ledakan #Amerika Serikat #Israel #serangan #iran