Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bursa Saham Korea Selatan Mendadak 'Lumpuh', Indeks KOSPI Terjun Bebas 11 Persen Akibat Perang!

Marthadi • Rabu, 4 Maret 2026 | 14:46 WIB

Bursa Korea (KOSPI). (AP Photo/Lee Jin-man)
Bursa Korea (KOSPI). (AP Photo/Lee Jin-man)
LombokPost – Kepanikan masal melanda pasar modal Seoul hari ini! Bursa saham Korea Selatan, KOSPI, mendadak "berdarah-darah" setelah anjlok lebih dari 11 persen, memaksa otoritas menghentikan perdagangan secara darurat di tengah bayang-bayang perang besar yang pecah di Timur Tengah.

Dikutip dari Investing.com, indeks KOSPI merosot tajam hingga 11,5 persen ke level 5.059,45 poin pada perdagangan Rabu (4/3/2026).

Kejatuhan yang sangat dalam ini memicu aktivasi circuit breaker level 1, yang menghentikan seluruh aktivitas perdagangan selama 20 menit guna meredam aksi jual gila-gilaan dari para investor.

Pemicu utamanya adalah pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan lalu.

Eskalasi konflik ini memicu kekhawatiran global akan gangguan pasokan energi dan lonjakan inflasi, yang langsung membuat investor asing maupun lokal berbondong-bondong menarik modal mereka dari pasar Korea Selatan.

Nasib sial juga menimpa raksasa teknologi dunia asal Korea. Saham Samsung Electronics merosot 6,5 persen, sementara SK Hynix turun 4,7 persen.

Tekanan pada Samsung makin berat setelah muncul laporan bahwa produksi masal di pabrik baru mereka di Taylor, Texas, harus ditunda hingga tahun 2027.

Tak hanya teknologi, produsen otomotif Hyundai Motor juga harus menelan pil pahit dengan kejatuhan saham mencapai hampir 10 persen.

Kondisi ini sangat kontras dengan awal tahun 2026, di mana optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) sempat membuat KOSPI terbang tinggi hingga 50 persen hanya dalam dua bulan pertama.

Namun, hanya dalam hitungan hari, sekitar 18 persen dari nilai rekor tertinggi minggu lalu telah menguap begitu saja.

Hingga kini, para pelaku pasar masih bersikap waspada menunggu perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas.

Editor : Marthadi
#KOSPI #krisis ekonomi global #Bursa Saham Korea Selatan #Saham Samsung Anjlok #perang as iran