LombokPost--Presiden Prabowo Subianto akhirnya menyampaikan surat dukacita resmi atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur dalam serangan militer pada awal Maret 2026.
Surat belasungkawa tersebut ditujukan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebagai bentuk simpati dan penghormatan pemerintah Indonesia atas kepergian tokoh penting Republik Islam Iran tersebut.
Penyampaian surat dilakukan melalui Menteri Luar Negeri Sugiono yang menyerahkannya langsung kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta pada Rabu (4/3).
Langkah diplomatik ini menandai sikap resmi pemerintah Indonesia setelah sebelumnya muncul sorotan publik terkait belum adanya pernyataan dukacita dari Presiden Prabowo atas wafatnya Khamenei.
Baca Juga: Warga Sembalun Lombok Timur Tolak Pembangunan Indomaret
Sebelumnya, warganet dan sejumlah pengamat hubungan internasional sempat mempertanyakan sikap pemerintah Indonesia yang dinilai terlambat merespons wafatnya Khamenei.
Di media sosial, banyak pengguna membandingkan sikap Indonesia dengan beberapa negara lain yang lebih cepat menyampaikan belasungkawa kepada Iran.
Kritik tersebut semakin ramai karena Indonesia dikenal memiliki hubungan diplomatik yang cukup baik dengan Iran serta kerap menyuarakan dukungan terhadap perdamaian di Timur Tengah.
Sejumlah analis juga menilai bahwa figur Khamenei memiliki pengaruh besar dalam geopolitik kawasan, sehingga respons dari negara-negara sahabat, termasuk Indonesia, menjadi perhatian publik internasional.
Dengan disampaikannya surat resmi tersebut, pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga hubungan diplomatik yang konstruktif dengan Iran.
Dalam isi surat tersebut, Presiden Prabowo disebut menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Khamenei dan berharap rakyat Iran diberikan ketabahan dalam menghadapi kehilangan pemimpin mereka.
Khamenei sendiri memimpin Iran sejak 1989 dan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik Timur Tengah selama lebih dari tiga dekade.
Kepergiannya memicu perhatian dunia, termasuk dari negara-negara sahabat Iran di berbagai kawasan.
Editor : Kimda Farida