Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Operasi True Promise 4: Iran Klaim Lebih dari 200 Pasukan AS Tewas dan Terluka

Redaksi Lombok Post • Minggu, 8 Maret 2026 | 14:12 WIB

SERANGAN BALASAN: Sebuah rudal diluncurkan dari Iran terlihat di langit dari kamp pengungsi Palestina di Jalur Gaza tengah sebagai respons balasan atas serangan AS dan Israel.
SERANGAN BALASAN: Sebuah rudal diluncurkan dari Iran terlihat di langit dari kamp pengungsi Palestina di Jalur Gaza tengah sebagai respons balasan atas serangan AS dan Israel.
LombokPost– Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih setelah Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap aset militer Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dilansir kantor berita Tasnim, Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia melaporkan bahwa lebih dari 200 tentara Amerika tewas maupun terluka dalam operasi tersebut.

Pernyataan yang dirilis pada Sabtu (7/3/2026) tersebut mengeklaim bahwa serangan balasan dalam 24 jam terakhir telah menimbulkan kerugian signifikan, baik dari sisi personel maupun infrastruktur militer milik AS yang berada di kawasan tersebut.

Rincian Operasi True Promise 4


Pihak militer Iran menyebut rangkaian serangan ini sebagai "Operasi True Promise 4". Juru bicara tersebut mengungkapkan rincian titik serangan yang menjadi target utama rudal dan drone Iran.

Berdasarkan laporan tersebut, sebanyak 21 tentara Amerika tewas dan puluhan lainnya luka-luka di markas Armada ke-5 AS.

Selain itu, sekitar 200 warga Amerika dilaporkan menjadi korban (tewas atau terluka) di Pangkalan Udara Al Dhafra.

Di sektor maritim, sebuah kapal tanker minyak milik AS juga menjadi sasaran serangan di bagian utara Teluk Persia.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, yang merupakan subdivisi dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, bertanggung jawab penuh dalam merancang dan mengoordinasikan operasi multiyunit ini.

Latar Belakang Eskalasi Konflik


Konfrontasi terbuka ini dipicu oleh kampanye militer mematikan yang dilancarkan Amerika Serikat dan rezim Zionis sejak akhir Februari lalu.

Eskalasi memuncak pasca-pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari 2026.

Serangan awal pihak agresor dilaporkan menargetkan wilayah militer dan sipil secara ekstensif, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur besar serta jatuhnya banyak korban jiwa di pihak Iran.

Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran melakukan serangan balik dengan menghantam berbagai target strategis milik AS dan Israel di wilayah pendudukan serta negara-negara regional menggunakan rentetan rudal balistik dan pesawat tanpa awak (drone).

Hingga saat ini, pihak Departemen Pertahanan AS (Pentagon) belum memberikan konfirmasi resmi terkait jumlah korban yang diklaim oleh pihak Iran. Dunia internasional kini mengkhawatirkan dampak serangan ini terhadap stabilitas keamanan global dan potensi pecahnya perang skala besar di kawasan Timur Tengah.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Israel #amerika #iran #Operasi True Promise 4