Meski demikian, Pezeshkian menggarisbawahi bahwa respons militer tersebut bukan merupakan upaya untuk mencari konflik dengan negara-negara tetangga.
Dalam pernyataannya pada Minggu (8/3/2026), Presiden Pezeshkian memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap wilayah Iran akan memicu reaksi wajib dari pihak pemerintah.
Ia juga menekankan bahwa intensitas balasan dari Iran akan meningkat seiring dengan besarnya tekanan yang diberikan kepada mereka.
Komitmen Terhadap Hubungan Persaudaraan Regional
Pezeshkian menepis asumsi bahwa ketegangan militer saat ini merupakan bentuk perselisihan dengan bangsa-bangsa di kawasan.
Menurutnya, terdapat upaya dari aktor-aktor tertentu untuk menciptakan perpecahan antara Iran dan negara-negara tetangga.
Ia menekankan bahwa berdasarkan arahan mendiang Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, Iran memandang negara-negara di kawasan sebagai saudara.
Presiden juga menyampaikan keprihatinan sekaligus permohonan maaf kepada rakyat di negara regional yang terdampak oleh eskalasi ketegangan ini.
Pezeshkian mengimbau negara-negara di kawasan untuk bekerja sama dan tidak terjebak dalam apa yang ia sebut sebagai tipu daya Amerika Serikat dan Israel. Ia menilai saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengangkat perbedaan internal, dan mendesak agar setiap perselisihan diselesaikan melalui jalur dialog antarnegara kawasan.
Kesiapan Pertahanan dan Operasi Balasan
Di sisi lain, Presiden Iran menegaskan posisi teguh negaranya dalam menghadapi intimidasi. Ia memastikan bahwa Angkatan Bersenjata Iran beserta unit-unit Basij telah disiagakan di seluruh penjuru negeri untuk menggagalkan rencana yang disusun oleh pihak lawan.
Pezeshkian menyatakan bahwa Iran tidak akan tunduk pada ketidakadilan dan agresi militer. Pernyataan ini muncul di tengah kampanye militer skala besar yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu, yang dipicu oleh pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta sejumlah komandan militer senior.
Sebagai respons atas serangan yang menargetkan wilayah militer dan sipil tersebut, angkatan bersenjata Iran telah melancarkan serangkaian serangan balasan. Rentetan rudal dan drone dilaporkan telah menghantam target-target strategis AS dan Israel, baik di wilayah pendudukan maupun di beberapa negara regional lainnya.
Editor : Redaksi Lombok Post