Dalam keterangan resminya, IRGC menyatakan bahwa operasi tersebut menggunakan unit drone perusak yang difokuskan untuk melumpuhkan infrastruktur militer. Sasaran utama mencakup menara pengamatan, landasan pacu, hingga hanggar di pangkalan udara Palmahim dan Ovbeda.
Pangkalan Palmahim yang berlokasi di dekat Tel Aviv dikenal sebagai fasilitas militer krusial. Selain berfungsi sebagai lokasi peluncuran satelit dan uji coba rudal, pangkalan ini merupakan pusat pengoperasian sistem pertahanan rudal canggih seperti David's Sling serta markas bagi unit drone Hermes 900.
Sementara itu, Pangkalan Udara Ovbeda dinilai sebagai fasilitas strategis sekaligus pusat pelatihan utama bagi Angkatan Udara Israel. Secara historis, fasilitas ini juga pernah digunakan untuk menyiagakan jet tempur F-22 milik Amerika Serikat.
Selain instalasi udara, serangan ini dilaporkan turut menyasar markas besar Shin Bet. Sebagai badan keamanan internal Israel, Shin Bet memegang peranan sebagai inti operasional yang bertanggung jawab atas koordinasi perlindungan pejabat VIP, pengamanan fasilitas vital, serta memimpin berbagai operasi keamanan dalam negeri.
Hingga laporan ini disusun, pihak otoritas keamanan terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai rincian tingkat kerusakan maupun potensi korban akibat serangan drone tersebut.
Ketegangan di kawasan dilaporkan terus meningkat seiring dengan intensitas serangan yang menyasar titik-titik pusat pertahanan dan keamanan nasional.
.