Data ini menyoroti tingginya angka kematian di kalangan kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, dalam sebuah sesi wawancara video memaparkan statistik terkini yang menunjukkan skala dampak kemanusiaan dari serangan tersebut.
Berdasarkan data tersebut, tercatat sebanyak 216 wanita dan 198 orang di bawah usia 18 tahun gugur.
Di antara para korban terdapat 11 anak di bawah usia lima tahun. Mohajerani menyebutkan bahwa korban jiwa termuda merupakan seorang bayi berusia delapan bulan di wilayah Robat Karim, sementara korban luka termuda tercatat sebagai bayi berusia empat bulan.
Selain korban jiwa dari kalangan sipil, agresi ini juga berdampak serius pada infrastruktur medis negara tersebut.
Mohajerani melaporkan bahwa sebanyak 21 unit gawat darurat mengalami kerusakan fisik, dengan tiga di antaranya hancur total.
Sektor tenaga kesehatan juga turut berduka setelah dilaporkan sebanyak 12 petugas medis tewas saat menjalankan tugas.
Kerusakan fasilitas ini menjadi tantangan berat bagi otoritas setempat dalam memberikan penanganan darurat bagi para korban yang terus berjatuhan.
Menanggapi situasi darurat tersebut, pemerintah Iran telah mengeluarkan serangkaian kebijakan ekonomi guna menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok. Dekrit komprehensif diterbitkan khusus untuk mendukung korporasi yang bergerak di bidang penyediaan pangan dan layanan kesehatan.
Beberapa poin kebijakan ekonomi strategis yang diambil meliputi:
Relaksasi Finansial: Perpanjangan otomatis pembayaran pinjaman dan penerapan penangguhan pembayaran bagi sektor terdampak.
Dukungan Manufaktur: Peningkatan batas kredit untuk unit manufaktur prioritas serta penghapusan sanksi terhadap cek yang ditolak.
Kemudahan Logistik: Percepatan proses impor barang esensial melalui perpanjangan otomatis izin impor dan pembebasan pengurusan barang tanpa kode SATA.
Pengecualian Pajak: Pemberian fasilitas pengecualian impor untuk kendaraan ambulans dan alat berat konstruksi jalan.
Kementerian Perindustrian, Pertambangan, dan Perdagangan Iran kini ditugaskan untuk menyusun rencana strategis guna mengamankan bahan baku setengah jadi serta peralatan penting lainnya demi memastikan kelangsungan industri nasional di tengah tekanan konflik.
Editor : Redaksi Lombok Post