Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Israel Bunuh Tokoh Keamanan Iran Ali Larijani Gugur, Teheran Bersumpah Balas Dendam

Redaksi Lombok Post • Rabu, 18 Maret 2026 | 10:19 WIB

Seruan keras Ali Larijani soal konflik Iran dan sikap dunia Islam picu sorotan global.
Seruan keras Ali Larijani soal konflik Iran dan sikap dunia Islam picu sorotan global.
LombokPost-- Suasana duka menyelimuti pemerintahan Republik Islam Iran menyusul gugurnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC), Dr. Ali Larijani.

Tokoh senior tersebut dilaporkan tewas dalam sebuah serangan yang dilancarkan oleh pihak Amerika Serikat dan Israel pada Senin malam.

Insiden tragis ini juga merenggut nyawa putra Larijani, Dr. Morteza Larijani, serta Wakil Sekretaris SNSC Dr. Alireza Bayat, beserta sejumlah pengawal keamanan mereka.

Penghormatan dari Presiden Pezeshkian

Presiden Iran, Dr. Masoud Pezeshkian, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kehilangan sosok yang ia gambarkan sebagai "saudara yang berbudi luhur". Pezeshkian mengenang dedikasi panjang Larijani yang telah mengabdi dalam berbagai kapasitas strategis sepanjang sejarah Republik Islam.

“Beliau adalah tokoh yang luar biasa dan berharga yang, sepanjang era Republik Islam, mengabdi dalam berbagai kapasitas, menghasilkan hasil yang luas dan beragam. Selama kolaborasi panjang kami di Majelis Permusyawaratan Islam dan masa jabatannya baru-baru ini sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, saya hanya menyaksikan niat baik, wawasan yang tajam, persahabatan, dan pandangan jauh ke depan darinya,” tulis Pezeshkian.

Presiden juga menyoroti peran terakhir Larijani dalam upaya menjaga stabilitas kawasan sebelum akhirnya menjadi target operasi militer.

"Dalam jabatan dan tanggung jawab terakhirnya selama masa baktinya yang singkat di Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Syahid Larijani mengerahkan upaya maksimalnya untuk memperluas perdamaian dan keamanan di kawasan tersebut serta menumbuhkan empati dan memperkuat persaudaraan di antara bangsa-bangsa Islam. Ia membentuk persona internasional di arena keamanan dan perlawanan internasional, menjadi sasaran kebencian rezim Zionis teroris," kata Pezeshkian.

Peringatan Balasan yang Berat

Tewasnya Larijani memicu reaksi keras dari jajaran pimpinan di Teheran. Presiden Pezeshkian secara eksplisit memperingatkan akan adanya konsekuensi serius bagi para pelaku serangan tersebut.

“Tidak diragukan lagi, pembalasan yang berat menanti para penjahat teroris yang telah menodai tangan kotor mereka dengan darah para martir yang tidak bersalah, namun berani dan teguh, dari tanah suci Iran selama agresi teroris baru-baru ini,” ia memperingatkan.

Senada dengan Presiden, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf juga menyampaikan penghormatannya. Ia mengenang Larijani sebagai kawan seperjuangan yang memiliki rekam jejak luas di bidang budaya, media, hingga manajemen politik.

“Saudaraku tersayang, kawan seperjuangan sejak masa perang melawan arogansi global, seorang tokoh budaya, media, manajemen, dan politik, Ketua Majelis Permusyawaratan Islam yang berani selama tiga periode dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Syahid Dr. Ali Larijani, telah mencapai kedudukan yang tinggi ini. Dengan tubuh berlumuran darah, ia pergi menemui Gurunya, Hussain ibn Ali (semoga kedamaian menyertainya), merampas Revolusi Islam dari seorang pejuang yang tak kenal lelah dan seorang prajurit yang mencintai tanah airnya,” tulis Qalibaf.

Qalibaf menegaskan bahwa peristiwa ini tidak akan menghentikan perlawanan Iran, melainkan menjadi pembuktian bagi dunia akan keteguhan sistem Republik Islam dalam menghadapi ancaman luar. Warisan perjuangan Larijani diyakini akan tetap hidup dalam memori kolektif bangsa Iran.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Ali Larijani #Israel #IRGC #iran #perang