Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Balas Amerika-Israel, IRGC Serang Fasilitas Minyak Terkait Amerika Serikat di Sekitar Selat Hormuz

Redaksi Lombok Post • Kamis, 19 Maret 2026 | 14:01 WIB

DIBOMBARDIR: Jejak roket terlihat di langit di atas kota pesisir tengah Israel, Netanya, di tengah gempuran serangan rudal Iran, Rabu (11/3).
DIBOMBARDIR: Jejak roket terlihat di langit di atas kota pesisir tengah Israel, Netanya, di tengah gempuran serangan rudal Iran, Rabu (11/3).
LombokPost– Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan balasan yang menargetkan sejumlah fasilitas minyak terkait kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Operasi ini diklaim sebagai respons atas serangan terhadap infrastruktur energi Republik Islam Iran sebelumnya.

Dalam pernyataan resmi pada Rabu (18/3/2026) malam, IRGC menyebut aksi ini sebagai gelombang ke-63 dari "Operasi Janji Sejati 4". Pihak militer Iran mendedikasikan operasi tersebut untuk mendiang menteri intelijen serta para martir di komunitas intelijen Iran.

IRGC menegaskan bahwa tindakan ini diambil untuk menanggapi "musuh yang menipu dan berbohong" yang telah menargetkan fasilitas energi Iran. Pihak Teheran menilai agresi terhadap infrastruktur mereka merupakan upaya untuk membungkam aspirasi masyarakat yang telah berdemonstrasi selama 16 malam terakhir.

Meskipun melakukan serangan balasan, IRGC menyatakan bahwa mereka sebenarnya tidak ingin memperluas skala konflik ke sektor ekonomi regional.

“Republik Islam Iran tidak bermaksud meningkatkan konflik ke fasilitas minyak, dan juga tidak ingin merugikan perekonomian negara-negara tetangga yang bersahabat. Namun, menyusul agresi musuh terhadap infrastruktur energi, situasi tersebut secara efektif telah memasuki fase peperangan baru. Kebutuhan untuk mempertahankan infrastruktur Iran telah memaksa IRGC untuk menargetkan fasilitas energi yang terkait dengan Amerika Serikat dan para pemangku kepentingan Amerika,” tulis pernyataan resmi IRGC.

 

IRGC mencatat bahwa sejumlah fasilitas minyak yang terafiliasi dengan kepentingan Amerika di kawasan tersebut telah dibakar. Skala serangan ini diklaim setara dengan tingkat kerusakan yang dialami oleh infrastruktur Iran.

Pihak Garda Revolusi juga memperingatkan Amerika Serikat dan rezim Zionis bahwa menyerang infrastruktur energi Iran adalah kesalahan besar. Mereka mengancam akan melakukan serangan yang jauh lebih masif jika agresi serupa terulang kembali.

Eskalasi ini merupakan buntut dari rangkaian serangan udara luas yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv sejak 28 Februari 2026, menyusul peristiwa pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat militer tinggi.

 

Sebagai balasan atas pemboman udara terhadap instalasi militer dan wilayah sipil di Iran, Angkatan Bersenjata Iran terus mengintensifkan operasi rudal dan drone. Target utama serangan balik ini adalah posisi militer Amerika dan Israel di wilayah pendudukan serta berbagai pangkalan militer regional lainnya.

Dunia internasional kini menaruh perhatian besar pada dampak konflik ini terhadap pasar minyak global, mengingat fasilitas energi kini telah menjadi target aktif dalam konfrontasi bersenjata di kawasan tersebut.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Israel #hormuz #amerika #IRGC #iran