LombokPost — Mantan perwira CIA, Philip Giraldi, menilai strategi pembunuhan tokoh penting (targeted killings) tidak akan mengubah jalannya perang antara Israel dan Iran.
Dalam wawancara dengan RT, Giraldi menyebut pendekatan tersebut justru berpotensi memperburuk situasi di lapangan.
“Mereka bisa mengidentifikasi dan membunuh para pemimpin, tetapi itu tidak akan mengubah keseimbangan. Justru itu akan semakin membuat publik Iran marah,” ujarnya, seperti dikutip Kamis (19/3).
Ia menegaskan bahwa efek dari pembunuhan tokoh lebih bersifat emosional dan politis, bukan strategis.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya penggunaan serangan terarah oleh Israel terhadap pejabat tinggi Iran, termasuk tokoh militer dan keamanan negara.
Sejumlah analis juga menilai strategi tersebut berisiko menimbulkan efek sebaliknya, seperti meningkatnya radikalisasi dan munculnya pemimpin yang lebih keras, alih-alih melemahkan lawan.
Sejak konflik meningkat, serangan terhadap elite Iran menjadi salah satu ciri utama eskalasi, yang kini tidak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga struktur kepemimpinan negara.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin