LombokPost — Seorang mantan pejabat kontra-terorisme CIA menyatakan bahwa konflik yang melibatkan Iran dan Suriah tidak terlepas dari narasi geopolitik yang dikenal sebagai “Greater Israel”.
Dalam pernyataannya, ia menyebut konflik tersebut memiliki motif yang lebih luas dibanding sekadar dinamika militer atau keamanan regional.
“Alasan yang sangat jelas dari perang di Suriah dan Iran adalah sesuatu yang disebut ‘Greater Israel’,” ujarnya.
Ia juga menilai konflik tersebut berpotensi berlangsung panjang tanpa titik akhir yang jelas.
“Ini tidak akan pernah berhenti… tidak akan pernah cukup jumlah orang Arab atau Muslim yang mati,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengkritik kebijakan Amerika Serikat yang dinilai ikut terlibat dalam arah konflik tersebut.
“Presiden, dengan alasan apa pun, ikut menyetujui hal itu. Ini adalah bencana bagi Amerika Serikat,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan kritis dari kalangan mantan pejabat intelijen terhadap arah kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah.
Namun, hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat yang mengaitkan kebijakan luar negerinya dengan konsep “Greater Israel”.
Konflik di kawasan sendiri terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir, dengan eskalasi antara Iran dan Israel yang mulai melibatkan serangan langsung serta meningkatnya ketegangan regional.