Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Donald Trump Blak-blakan Bandingkan Serangan Iran dengan Tragedi Pearl Harbor di Depan PM Jepang, Ada Apa?

Marthadi • Jumat, 20 Maret 2026 | 15:29 WIB

Donald Trump bersama PM Jepang Sanae Takaichi. (Reuters)
Donald Trump bersama PM Jepang Sanae Takaichi. (Reuters)
LombokPost – Suasana di Oval Office yang awalnya santai mendadak berubah menjadi tegang luar biasa. Presiden AS Donald Trump memicu gelombang sorotan internasional saat menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Melansir laporan dari jawapos.com, Trump secara mengejutkan menyinggung strategi serangan mendadak AS dalam operasi militer ke Iran dan membandingkannya dengan peristiwa sejarah paling sensitif bagi Jepang dan Amerika, yakni Pearl Harbor.

“Kami tidak memberi tahu siapa pun karena kami ingin kejutan. Siapa yang lebih paham soal kejutan selain Jepang?” cetus Trump yang sempat disambut tawa sesaat di ruangan tersebut.

Namun, situasi menjadi canggung ketika Trump melanjutkan kalimatnya dengan meminta Takaichi bercerita tentang Pearl Harbor.

Mendengar hal itu, PM Takaichi dilaporkan tampak terkejut dengan mata membesar dan senyum yang langsung memudar. Ia menarik tubuhnya ke belakang dan merapatkan tangan, sebuah gestur yang menandakan ketidaknyamanan mendalam atas pernyataan sensitif tersebut.

Dalam penjelasannya kepada wartawan, Trump berdalih bahwa kerahasiaan total adalah kunci sukses operasi militer yang dimulai pada 28 Februari tersebut. Ia menegaskan bahwa memberikan terlalu banyak sinyal kepada sekutu di Asia maupun Eropa hanya akan merusak unsur kejutan.

“Kami menyerang dengan sangat keras. Jika saya memberi tahu semua orang sebelumnya, maka tidak akan ada lagi unsur kejutan,” tegas Trump.

Menurut data dari Pentagon, serangan tersebut diklaim berhasil melumpuhkan sekitar 7.000 target di Iran serta menenggelamkan atau merusak 120 kapal angkatan laut milik Teheran.

Pernyataan ini kini menjadi bola panas di kancah internasional karena dianggap mencederai sensitivitas historis dalam hubungan diplomatik antara AS dan Jepang.

Editor : Marthadi
#PM Jepang Sanae Takaichi #Serangan Pearl Harbor #ketegangan as iran #Berita Internasional Terbaru #Donald Trump Iran