Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Negosiasi Rahasia Terbongkar, Ukraina Cari Jet dari Qatar tapi Gagal

Lalu Mohammad Zaenudin • Jumat, 20 Maret 2026 | 20:37 WIB

Jet tempur Mirage 2000 buatan Prancis yang diidam-idamkan Ukraina.
Jet tempur Mirage 2000 buatan Prancis yang diidam-idamkan Ukraina.

LombokPost - Upaya Ukraina untuk mendapatkan tambahan kekuatan udara kembali menemui jalan buntu. Kyiv dilaporkan sempat mengajukan skema pertukaran militer kepada Qatar, namun negosiasi tersebut gagal mencapai kesepakatan.


Informasi ini terungkap dalam laporan Intelligence Online, media yang kerap mengulas isu pertahanan dan diplomasi tingkat tinggi. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Ukraina menawarkan dukungan sistem anti-drone, termasuk interseptor dan keahlian operasional yang diperoleh dari pengalaman perang melawan Rusia.


Sebagai imbalannya, Ukraina berharap bisa memperoleh sekitar 12 unit jet tempur Mirage 2000 buatan Prancis yang dimiliki Qatar.
Namun, dalam laporan itu ditegaskan bahwa pihak Qatar tidak bersedia melepas armada jet tempurnya.


Menurut laporan Intelligence Online, Qatar “tidak bersedia memberikan pesawat tersebut, sehingga kesepakatan tidak tercapai dan pembicaraan terhenti.”


Akibatnya, negosiasi yang sempat berjalan tersebut kini mandek tanpa perkembangan lebih lanjut.


Penolakan ini dinilai mencerminkan sikap hati-hati Qatar dalam merespons konflik global.

Sebagai negara dengan posisi strategis di Timur Tengah, Doha cenderung menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai pihak, termasuk Barat dan aktor regional lainnya.


Di sisi lain, jet tempur Mirage 2000 bukan sekadar aset militer biasa. Pengoperasiannya membutuhkan dukungan logistik yang kompleks, pelatihan pilot, serta integrasi sistem persenjataan yang tidak sederhana.


Bagi Ukraina, tambahan jet tempur menjadi kebutuhan krusial untuk meningkatkan kemampuan superioritas udara, yang hingga kini masih menjadi salah satu kelemahan utama dalam menghadapi Rusia.


Sejak konflik berlangsung, Ukraina memang semakin aktif mencari sumber persenjataan dari berbagai negara, termasuk melalui skema non-konvensional seperti pertukaran teknologi dan pengalaman tempur.


Namun, kegagalan negosiasi dengan Qatar menunjukkan bahwa tidak semua negara bersedia terlibat lebih jauh dalam konflik tersebut—terutama jika harus mengorbankan aset strategis mereka sendiri.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Perang Ukraina #Ukraina Qatar #Antidrone system #Mirage 2000 #Transfer senjata