LombokPost - Media Iran menyatakan bahwa serangan rudal jarak jauh ke pangkalan militer Amerika Serikat dan Inggris di Diego Garcia menjadi bukti bahwa Teheran mampu membalas tekanan militer Washington secara langsung.
Pernyataan tersebut muncul setelah laporan The Wall Street Journal menyebut Iran meluncurkan rudal ke pangkalan strategis di Samudra Hindia, yang berjarak lebih dari 4.000 kilometer dari wilayah Iran.
“Iran secara efektif telah membalas semua ancaman Amerika terhadapnya melalui serangan balasan,” demikian pernyataan yang disampaikan media Iran, seperti dikutip Minggu (22/3).
Serangan tersebut menandai perubahan signifikan dalam kemampuan militer Iran.
Sebelumnya, Teheran menyatakan jangkauan rudalnya dibatasi sekitar 2.000 kilometer.
Namun penargetan Diego Garcia menunjukkan kemampuan yang melampaui batas tersebut.
Meski laporan menyebut rudal tidak mengenai target secara langsung—dengan satu gagal di udara dan satu lainnya dicegat—langkah tersebut tetap dipandang sebagai demonstrasi kekuatan strategis Iran.
Diego Garcia sendiri merupakan pangkalan militer utama Amerika Serikat di Samudra Hindia yang digunakan untuk operasi pembom jarak jauh dan logistik militer global.
Serangan terhadap lokasi sejauh itu memperluas cakupan konflik yang sebelumnya terfokus di Timur Tengah, sekaligus menunjukkan bahwa target Amerika tidak lagi terbatas pada kawasan regional.
Pengembangan ini juga memperkuat kekhawatiran bahwa kemampuan rudal Iran telah berkembang lebih cepat dari yang diperkirakan, dengan potensi menjangkau target yang lebih luas di masa depan.