Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

14 Nyawa Melayang dalam Kebakaran Pabrik Suku Cadang Mobil di Daejeon Korea Selatan

Yuyun Kutari • Minggu, 22 Maret 2026 | 07:50 WIB

Pihak kepolisian dan pemadam kebakaran melakukan pencarian korban yang mungkin ada serta penyelidikan di dalam sebuah pabrik komponen mobil di Daejeon, Sabtu (21/3).
Pihak kepolisian dan pemadam kebakaran melakukan pencarian korban yang mungkin ada serta penyelidikan di dalam sebuah pabrik komponen mobil di Daejeon, Sabtu (21/3).

LombokPost - Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik suku cadang mobil di kota Daejeon, wilayah tengah Korea Selatan (Korsel), pada Jumat (20/3).

Dilansir dari The Korea Times, peristiwa itu menewaskan sedikitnya 14 orang, dan melukai puluhan lainnya. Tragedi ini diumumkan pihak berwenang pada Sabtu (21/3), setelah tiga korban yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di antara puing-puing bangunan. 

Tim penyelamat menemukan tiga jenazah tambahan di lantai dua pabrik yang hangus terbakar antara pukul 16.00 hingga 17.00 waktu setempat.

Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan alat berat, untuk menyingkirkan reruntuhan. Dengan ditemukannya seluruh korban, pihak pemadam kebakaran memastikan bahwa seluruh 14 orang yang sebelumnya dilaporkan hilang telah berhasil diidentifikasi. 

Selain korban tewas, sedikitnya 58 orang mengalami luka-luka, termasuk dua petugas pemadam kebakaran yang turut terdampak saat berupaya menjinakkan api.

Saat kebakaran terjadi pada Jumat (20/3) sekitar pukul 13.17 waktu setempat, terdapat sekitar 170 pekerja yang berada di dalam pabrik. 

Api baru dapat dipadamkan sepenuhnya setelah lebih dari 10 jam, tepatnya sekitar 10 jam 30 menit sejak pertama kali dilaporkan.

Lamanya proses pemadaman disebabkan oleh kondisi bangunan yang rawan runtuh, sehingga petugas sempat kesulitan untuk masuk ke dalam area terdampak. 

Selain itu, keberadaan sekitar 200 kilogram natrium di dalam gedung menjadi tantangan tersendiri. Zat tersebut berpotensi menimbulkan ledakan jika tidak ditangani dengan hati-hati, sehingga memperlambat upaya pemadaman. 

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, api dilaporkan menyebar dengan sangat cepat. Sejumlah saksi mata bahkan mengaku mendengar suara ledakan sesaat sebelum kobaran api membesar.

Dugaan sementara menyebutkan, sisa minyak dan debu yang menumpuk di dalam pabrik turut mempercepat penyebaran api.

Kebakaran terjadi bertepatan dengan waktu makan siang, ketika banyak pekerja sedang beristirahat di area antara lantai dua dan tiga.

Kepulan asap tebal dengan cepat memenuhi ruangan dan menghalangi akses menuju jalur evakuasi utama. Dalam situasi panik, beberapa pekerja dilaporkan terpaksa melompat dari jendela untuk menyelamatkan diri. 

Komisaris Jenderal Badan Pemadam Kebakaran Nasional Kim Seung-ryong, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap penyebab kebakaran serta mencegah tragedi serupa di masa mendatang. 

Presiden Lee Jae Myung turut mengunjungi lokasi kejadian pada Sabtu sore. Dalam kunjungannya, ia meninjau langsung proses penanganan serta bertemu dengan keluarga korban dan para penyintas. 

Sementara itu, pimpinan perusahaan Anjeon Industry Sohn Ju-hwan, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para korban dan keluarga mereka.

Ia berjanji, perusahaan akan bekerja sama penuh dengan pihak berwenang untuk mengungkap penyebab insiden dan memberikan dukungan maksimal bagi para korban serta keluarga yang terdampak. 

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan permintaan maaf yang tulus kepada semua yang kehilangan nyawa atau terluka dalam kecelakaan ini,” ujarnya dalam pernyataan resmi perusahaan.

Editor : Akbar Sirinawa
#Pabrik #penyelidikan #natrium #suku cadang mobil #korban #luka-luka #Korea Selatan #Kebakaran #kobaran api #Pekerja #Terbakar