LombokPost--Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengeluarkan ancaman keras terhadap Israel.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan siap melancarkan serangan “tanpa batas” jika Israel terus menargetkan warga sipil di Lebanon dan Gaza.
Di sisi lain, rudal Iran dilaporkan menghantam beberapa titik di Tel Aviv pada Selasa (24/3) menyebabkan kerusakan bangunan cukup parah.
Sedikitnya empat orang dilaporkan menjadi korban dalam serangan tersebut, menambah daftar panjang dampak perang yang terus meluas.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Iran tengah berlangsung.
Ia menyebut ada peluang tercapainya kesepakatan yang lebih luas.
“Kali ini Iran serius. Mereka ingin menyelesaikan konflik. Mereka ingin damai,” ujarnya.
Namun, situasi di lapangan masih jauh dari kondusif.
Kementerian Kesehatan Israel melaporkan sebanyak 4.829 orang telah terluka sejak perang dimulai.
Dari jumlah tersebut, 111 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, dengan 12 di antaranya dalam kondisi serius.
Tak hanya konflik militer, Iran juga menghadapi tekanan dari dalam negeri.
Pemadaman internet nasional yang diberlakukan pemerintah kini telah memasuki hari ke-25, menurut laporan NetBlocks.
Baca Juga: Kapolri Resmi Buka One Way Nasional dari Kalikangkung hingga Cikampek Utama
Gangguan ini disebut telah mengisolasi masyarakat dari dunia luar, sekaligus membatasi akses informasi di tengah situasi krisis.
IRGC memperingatkan, jika serangan terhadap warga sipil terus berlanjut, mereka akan meningkatkan operasi militer dengan serangan rudal dan drone besar-besaran yang menargetkan pasukan Israel di wilayah utara dan sekitar Gaza—tanpa kompromi.
Situasi ini membuat dunia kembali menahan napas, menunggu apakah konflik akan semakin meluas atau justru berakhir lewat jalur diplomasi.
Editor : Kimda Farida