Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Palang Merah Iran : 82.417 Unit Bangunan Sipil Rusak Akibat Agresi Militer Israel-AS

Redaksi Lombok Post • Selasa, 24 Maret 2026 | 22:33 WIB

Gumpalan asap membumbung saat serangan menghantam Teheran pada Kamis, 5 Maret 2026 di tengah perang AS-Israel terhadap Iran. (Vahid Salemi/AP)
Gumpalan asap membumbung saat serangan menghantam Teheran pada Kamis, 5 Maret 2026 di tengah perang AS-Israel terhadap Iran. (Vahid Salemi/AP)
LombokPost— Kepala Palang Merah Iran (IRCS), Pir-Hossein Koulivand, melaporkan dampak kerusakan masif terhadap infrastruktur sipil di seluruh penjuru Iran sejak dimulainya agresi militer oleh Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu. Hingga Selasa (24/3/2026), tercatat lebih dari 82.000 unit bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.

Berdasarkan data resmi yang dirilis IRCS, total terdapat 82.417 unit sipil yang terdampak. Rincian tersebut mencakup 62.440 rumah tinggal serta 19.187 bangunan komersial yang tersebar di berbagai wilayah Iran.

Provinsi Teheran menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan paling signifikan. Di wilayah ibu kota saja, sebanyak 25.280 unit rumah dan bangunan komersial dilaporkan telah hancur atau rusak akibat rangkaian serangan udara tersebut.

Selain bangunan tempat tinggal, Koulivand menyoroti kerusakan pada fasilitas publik dan pelayanan dasar. Tercatat sebanyak 281 fasilitas medis, termasuk apotek dan unit gawat darurat, terkena dampak serangan. Kerusakan juga melanda 481 sekolah serta 17 pusat operasional IRCS.

Sektor transportasi medis pun tidak luput dari kehancuran. IRCS melaporkan kehilangan 3 unit helikopter operasional, 48 kendaraan taktis, dan 46 unit ambulans yang hancur dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan.

Menyikapi situasi tersebut, Koulivand melayangkan surat resmi kepada Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Senin kemarin. Dalam suratnya, ia mengecam keras penargetan infrastruktur medis oleh pasukan AS dan Israel.

Kepala IRCS tersebut menekankan bahwa serangan terhadap fasilitas kesehatan merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional, termasuk empat Konvensi Jenewa dan protokol tambahannya. Ia mendesak WHO untuk segera melakukan penyelidikan independen atas tindakan permusuhan tersebut.

Konfrontasi bersenjata ini bermula pada akhir Februari lalu, ketika angkatan bersenjata AS dan Israel melancarkan operasi militer yang menargetkan 30 titik di Teheran. Insiden tersebut menyebabkan gugurnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Hosseini Khamenei, serta sejumlah pejabat senior negara.

Sebagai langkah balasan, angkatan bersenjata Iran terus meluncurkan rentetan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) ke wilayah pendudukan Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan regional.

Berdasarkan data dari Kementerian Pertahanan Iran, operasi balasan tersebut diklaim telah menyebabkan setidaknya 600 tentara Amerika Serikat tewas maupun terluka di berbagai pangkalan militer sejak dimulainya perang.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Israel #amerika #IRGC #iran