Dalam rilis resmi ke-46 terkait Operasi "Janji Sejati 4" (True Promise 4) pada Selasa (24/3/2026), Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menegaskan bahwa tindakan militer yang dilakukan saat ini telah melewati ambang batas toleransi internasional.
Pihak IRGC menuding militer Israel memanfaatkan situasi konflik regional dan pengalihan fokus media internasional untuk melancarkan operasi yang berdampak luas pada warga sipil. Teheran menilai kelanjutan tindakan tersebut sebagai hal yang tidak dapat lagi dibiarkan.
Dalam pernyataan resminya, IRGC memberikan peringatan langsung kepada "tentara kriminal rezim," bahwa jika kejahatan terhadap warga sipil di Lebanon dan Palestina berlanjut, Iran akan merespons dengan kekuatan yang luar biasa.
Ultimatum ini juga merinci target-target strategis yang masuk dalam radar pembalasan Iran jika seruan tersebut diabaikan.
Secara spesifik, pihak keamanan Iran menyebutkan bahwa "titik-titik berkumpulnya pasukan musuh di utara Palestina yang diduduki dan wilayah Gaza" akan menjadi sasaran utama.
Pernyataan itu juga memperingatkan bahwa daerah-daerah tersebut akan menjadi sasaran serangan rudal dan drone besar-besaran oleh Republik Islam Iran dan IRGC "tanpa pertimbangan apa pun."
Langkah diplomasi militer ini menandai babak baru dalam konfrontasi bersenjata yang dimulai sejak akhir Februari lalu. Iran menegaskan kesiapannya untuk mengerahkan alutsista tercanggihnya guna menghentikan agresi yang menyasar warga sipil di koridor konflik Palestina dan Lebanon.
Editor : Redaksi Lombok Post