Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

LEBANON MEMBARA! Serangan Udara dan Darat Israel Tewaskan 1.116 Orang, Ancam Duduki Wilayah hingga Sungai Litani

Nurul Hidayati • Jumat, 27 Maret 2026 | 14:50 WIB

Situasi di perbatasan utara Israel dan selatan Lebanon kian mencekam. Eskalasi serangan udara dan darat yang dilancarkan militer Israel dilaporkan telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar.
Situasi di perbatasan utara Israel dan selatan Lebanon kian mencekam. Eskalasi serangan udara dan darat yang dilancarkan militer Israel dilaporkan telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar.

LombokPost - Situasi di perbatasan utara Israel dan selatan Lebanon kian mencekam. Eskalasi serangan udara dan darat yang dilancarkan militer Israel dilaporkan telah menelan korban jiwa dalam jumlah besar.

Berdasarkan laporan terbaru dari Al Jazeera, Jumat (27/3), sedikitnya 1.116 orang tewas akibat gempuran yang terus mengintensif di berbagai titik strategis.

Konflik ini memasuki babak baru yang lebih berbahaya setelah Israel memberikan sinyal kuat untuk melakukan ekspansi wilayah pendudukan secara permanen.

Baca Juga: Australia Desak Israel Hormati Hukum Internasional, 1.000 Orang Dilaporkan Tewas di Lebanon

Targetkan Wilayah Sungai Litani

Militer Israel tidak hanya membatasi serangannya pada target-target taktis, tetapi juga mulai mengancam untuk menduduki wilayah Lebanon hingga ke Sungai Litani.

Langkah ini disebut-sebut sebagai upaya menciptakan "zona penyangga" guna menjauhkan kekuatan milisi dari perbatasan mereka.

Ancaman pendudukan hingga Sungai Litani ini memicu kekhawatiran dunia internasional akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Ribuan warga sipil di Lebanon selatan kini dilaporkan terjebak di tengah reruntuhan, sementara gelombang pengungsi terus mengalir menuju Beirut dan wilayah utara guna mencari perlindungan.

Dunia Internasional Beri Peringatan Keras

Sejumlah negara mengecam keras intensitas serangan yang dinilai tidak proporsional dan menyebabkan jatuhnya banyak korban sipil.

PBB memperingatkan bahwa blokade dan serangan darat ini dapat memicu krisis kemanusiaan yang lebih parah di Lebanon, yang sebelumnya sudah terpuruk akibat krisis ekonomi domestik.

 Baca Juga: IRGC Ancam Israel: Serangan Tanpa Batas Jika Warga Sipil Lebanon dan Gaza Disasar!

Penggunaan kekuatan militer dalam skala besar ini hanya akan menjauhkan peluang perdamaian dan meningkatkan penderitaan warga yang tidak berdosa.

Efek Genting bagi Stabilitas Global

Eskalasi di Lebanon ini menambah daftar panjang ketegangan di Timur Tengah, menyusul konflik AS-Iran yang sebelumnya sudah memicu krisis energi di berbagai belahan dunia, termasuk Australia.

Bagi masyarakat, meluasnya konflik ini perlu diwaspadai karena dampaknya yang bersifat domino:

Harga Minyak Dunia: Ketidakpastian di Lebanon dan Timur Tengah akan terus menekan harga minyak mentah global, yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga BBM dalam negeri.

Ketahanan Logistik: Gangguan pada stabilitas kawasan ini dapat memicu kenaikan biaya asuransi pengiriman laut internasional, yang berdampak pada harga barang-barang impor yang masuk ke pasar.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dipastikan terus memantau keselamatan WNI yang berada di Lebanon dan mendesak agar gencatan senjata segera dilakukan guna menghindari jatuhnya korban jiwa yang lebih besar lagi.

Editor : Kimda Farida
#domestik #Timur Tengah #Israel #lebanon #serangan udara