Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Australia Gratiskan Biaya Naik Transportasi Umum Karena Bahan Bakar Langka di Beberapa Wilayah: Hadapi Krisis BBM, Imbas Konflik di Timur Tengah

Lombok Post Online • Senin, 30 Maret 2026 | 11:17 WIB

Kepala Pemerintahaan Victoria Jacinta Allan
Kepala Pemerintahaan Victoria Jacinta Allan
   

LombokPost - Dua negara bagian di Australia mengambil manuver tidak biasa dalam menghadapi krisis  bahan bakar minyak (BBM) imbas konflik di Timur Tengah yang tak kunjung usai.

Pemerintah negara bagian Victoria dan Tasmania memutuskan untuk menggratiskan tarif transportasi umum.

Mengutip The Guardian, Minggu (29/3), kebijakan ini hanya bersifat sementara.

Di Victoria, layanan transportasi umum akan digratiskan selama sebulan. Sementara di Tasmania, tarif AUD 0 ini berlaku hingga Juli mendatang.

Langkah ini diambil sebagai upaya mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Termasuk, ikhtiar menekan tingginya permintaan bahan bakar saat ini.

Pada Minggu (29/3), Kepala Pemerintahaan Victoria Jacinta Allan mengatakan, bahwa seluruh layanan trem, kereta, dan bus metro maupun regional (V/Line) akan digratiskan mulai 31 Maret 2026. Kebijakan ini berlaku hingga akhir April.

Kebijakan sementara ini diperkirakan akan memangkas pendapatan negara sekitar $71 juta (sekitar Rp730 miliar).

Allan menegaskan, jika dirinya akan melakukan segala hal yang bisa dia kendalikan guna membantu warga menghadapi kenaikan harga BBM.

“Ini adalah langkah sementara untuk meringankan biaya hidup kebijakan ini akan mengurangi pengeluaran bensin Anda dan membantu Anda berhemat. Ini memang tidak akan menyelesaikan semua masalah, tetapi merupakan langkah nyata untuk membantu warga Victoria saat ini, sementara kami terus mencari solusi baru lainnya,” kata Allan dalam pernyataan resmi.

Selama periode gratis di Victoria, pemerintah menjamin semua gerbang Myki (kartu transportasi di sana) akan dibuka sehingga penumpang tidak perlu melakukan tap-in. Bagi penumpang yang tidak sengaja melakukan tap dan saldonya terpotong, mereka dapat mengajukan pengembalian dana.

Sementara, bagi penumpang bus V/Line di luar jaringan Myki, mereka tetap perlu memesan tiket gratis untuk memastikan ketersediaan kursi. Namun, penumpang tidak membutuhkan tiket untuk perjalanan kereta di luar jaringan Myki.

Menteri Transportasi Umum Victoria, Gabrielle Williams, memprediksi kebijakan ini akan disambut positif. Transportasi umum akan menjadi lebih ramai sehingga perlu ada penambahan armada. “Kami memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang kereta, bus, dan trem selama sebulan ke depan. Itulah sebabnya sangat penting bagi kami untuk menambah ribuan jadwal layanan baru,” paparnya.

Di saat yang hampir bersamaan, Kepala Pemerintahan Tasmania, Jeremy Rockliff, juga mengumumkan kebijakan yang serupa. Di mana, layanan bus dan kapal feri Sungai Derwent akan digratiskan di seluruh wilayah Tasmania bagian mulai 30 Maret hingga 1 Juli 2026.

Menteri Transportasi Tasmania, Kerry Vincent, menyebut skema ini dapat menghemat pengeluaran pengguna jasa transportasi antara $20 hingga $88 atau sekitar Rp200 ribu – Rp900 ribu per minggu.

Seperti diketahui guncangan energi akibat perang di Timur Tengah telah mengakibatkan harga bensin dan solar melonjak drastis. Bahkan, telah terjadi kelangkaan bahan bakar di beberapa wilayah Australia. Di seluruh Australia, tagihan bensin mingguan rata-rata rumah tangga telah naik sebesar $20 (sekitar Rp200 ribu) atau lebih sejak akhir Februari bagi mereka yang mengkonsumsi sekitar 35 liter bahan bakar.

Karenanya, parlemen federal, Senator David Pocock dan Partai Greens terus mendesak agar transportasi umum digratiskan di seluruh Australia selama krisis bahan bakar ini berlangsung.

Sayangnya, kondisi di lapangan agak berbeda. Meski harus membayar jauh lebih mahal untuk bahan bakar, warga Australia tampaknya belum mengurangi penggunaan mobil atau beralih ke transportasi umum hingga saat ini seperti dilaporkan The Guardian Australia. (mia/len/JPG/r3) 

Editor : Kimda Farida
#pendapatan negara #australia #Timur Tengah #BBM #konflik