LombokPost - Rencana eskalasi perang Amerika Serikat (AS) terhadap Iran kian menuai penolakan, termasuk dari internal Partai Republik atau anggota kongres.
Wacana pengerahan pasukan darat dinilai berisiko menyeret AS ke konflik panjang dan memperburuk situasi global.
Perwakilan Partai Republik Nancy Mace menegaskan bahwa setiap keputusan untuk mengirim pasukan ke Iran harus melalui persetujuan Kongres.
Dia mengingatkan bahwa operasi darat akan menjadi fase berbeda yang tidak bisa diputuskan sepihak oleh presiden.
“Jika ada pasukan di darat, itu berarti konflik sudah masuk tahap lain dan Kongres harus dilibatkan. Kami tidak menginginkan itu,” ujar Mace seperti dilansir dari Al Jazeera.
Penolakan serupa juga datang dari anggota DPR lainnya, termasuk Eli Crane dari Arizona. Mantan personel militer itu secara terbuka menyatakan kekhawatirannya terhadap potensi invasi.
“Saya sangat berharap ini tidak berubah menjadi situasi pengerahan pasukan darat. Kekhawatiran terbesar saya adalah ini menjadi perang panjang lain di Timur Tengah,” katanya seperti dilansir dari Politico.
Kekhawatiran tersebut mencerminkan kegelisahan yang makin meluas di Capitol Hill. Meski sebelumnya banyak anggota Partai Republik mendukung operasi militer Presiden Donald Trump, kini sejumlah pihak mulai ragu seiring indikasi eskalasi konflik.
Bahkan, beberapa legislator memperingatkan dampak politik yang serius jika invasi darat benar-benar terjadi.
Salah satu anggota DPR menyebut potensi kehilangan puluhan kursi dalam pemilu mendatang jika perang meluas.
Penolakan juga disampaikan Derrick Van Orden, veteran perang yang menegaskan tidak mendukung pengiriman pasukan darat ke Iran. Senada, Ryan Mackenzie mengingatkan agar Amerika tidak kembali terjebak dalam perang tanpa akhir di Timur Tengah.
Di sisi lain, Pentagon terus meningkatkan kehadiran militernya di kawasan. Ribuan pasukan tambahan, termasuk marinir dan pasukan lintas udara, telah dikerahkan ke Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Langkah ini memperkuat spekulasi bahwa operasi militer bisa berkembang dari serangan udara menjadi invasi terbatas. Sejumlah laporan bahkan menyebut kemungkinan misi untuk mengamankan Selat Hormuz dan fasilitas strategis Iran.
Namun, banyak pihak menilai opsi tersebut justru berbahaya. Selain berpotensi meningkatkan korban jiwa, perang darat juga diperkirakan memicu lonjakan harga energi global serta memperburuk kondisi ekonomi domestik AS. Mantan anggota Kongres Matt Gaetz sebelumnya juga mengingatkan bahwa invasi hanya akan menciptakan lebih banyak konflik baru, bukan menyelesaikan masalah.
Di tengah situasi ini, kalangan Demokrat di DPR mulai menyusun langkah untuk membatasi kewenangan presiden dalam aksi militer terhadap Iran. Mereka berupaya mendorong voting ulang resolusi pembatasan perang setelah sebelumnya gagal tipis. (lyn/len/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida