LombokPost - Presiden Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk mencopot Jaksa Agung Pam Bondi, di tengah meningkatnya tekanan dan dinamika internal dalam pemerintahannya.
Laporan ini disampaikan koresponden Gedung Putih dari Semafor, Shelby Talcott, yang menyebut Trump telah mulai berdiskusi dengan para penasihatnya terkait kemungkinan penggantian posisi tersebut.
Laporan menyebut Trump “sedang berbicara dengan para penasihat mengenai kemungkinan pengganti” untuk posisi Jaksa Agung.
Langkah ini, jika benar terjadi, akan menambah daftar panjang friksi internal dalam pemerintahan Trump, yang sebelumnya juga menyentuh posisi Kepala Intelijen Nasional.
Smenetara nama penggantiJaksa Agung Pam Bondi muncul Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Lee Zeldin.
Informasi ini diungkap oleh sejumlah sumber kepada kantor berita Associated Press dan diperkuat oleh laporan The New York Times serta CNN.
Baca Juga: Uni Eropa Dikecam Lemah Hadapi Israel, Tekanan Menguat
Sumber menyebut, Trump menunjukkan frustrasi terhadap Bondi, terutama terkait penanganan dokumen kasus Jeffrey Epstein serta lambatnya langkah Departemen Kehakiman dalam menindak pihak-pihak yang ia anggap sebagai lawan politik.
Meski demikian, belum ada keputusan resmi yang diambil.
Trump bahkan masih memberikan pernyataan publik yang bernada positif.
“Pam Bondi adalah orang yang luar biasa dan melakukan pekerjaan yang baik,” kata Trump dalam pernyataan resmi Gedung Putih.
Namun di balik pernyataan tersebut, diskusi internal disebut terus berlangsung. Nama Lee Zeldin bahkan disebut-sebut kembali muncul dalam pembicaraan terbaru pekan ini.
Ketegangan ini mencerminkan arah politik Trump yang semakin agresif dalam menggunakan instrumen hukum. Sejak kembali menjabat pada Januari 2025, pemerintahannya telah mendorong penyelidikan terhadap sejumlah tokoh, termasuk mantan Direktur FBI James Comey, Jaksa Agung New York Letitia James, anggota Dewan Federal Reserve Lisa Cook, hingga mantan penasihat keamanan nasional John Bolton.
Baca Juga: Pezeshkian Bongkar Akar Konflik Iran–AS Sejak 1953
Gedung Putih membela langkah tersebut sebagai bagian dari janji kampanye Trump untuk “mengembalikan sistem hukum” yang ia klaim telah “dipolitisasi” oleh pemerintahan sebelumnya di bawah Joe Biden.
Namun kritik terus bermunculan. Sejumlah pengamat menilai langkah ini berpotensi mengikis norma lama yang selama ini menjaga independensi penegakan hukum federal dari tekanan politik.
Di sisi lain, posisi Bondi juga semakin tertekan oleh penyelidikan Kongres terkait penanganan dokumen Epstein. Ia bahkan dipanggil untuk memberikan kesaksian dalam proses tersebut.
Bondi sendiri bukan sosok baru dalam lingkaran dekat Trump. Ia pernah menjadi bagian dari tim pembela Trump dalam proses pemakzulan pertama, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Jaksa Agung—menggantikan kandidat awal Trump, Matt Gaetz, yang mundur di tengah kontroversi etik.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin