LombokPost - Pemerintah Iran memberikan jaminan kepada Filipina bahwa kapal tanker berbendera negara tersebut dapat melintas dengan aman di Selat Hormuz.
Kepastian ini diperoleh setelah upaya diplomasi intensif yang dilakukan Presiden Ferdinand Marcos Jr. di tengah kekhawatiran terganggunya jalur pasokan energi.
Langkah cepat diambil Manila mengingat ketergantungan tinggi terhadap impor minyak dari kawasan Timur Tengah. Sekitar 98 persen kebutuhan minyak Filipina berasal dari wilayah tersebut. Gangguan distribusi di jalur strategis itu dikhawatirkan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan dalam negeri.
Presiden Marcos sebelumnya menginstruksikan Menteri Luar Negeri Theresa Lazaro untuk membuka komunikasi dengan Teheran. Upaya ini diperkuat dorongan dari parlemen, termasuk Senator Sherwin Gatchalian yang meminta pemerintah segera melakukan pembicaraan tingkat tinggi dengan Iran.
Juru Bicara Istana Kepresidenan Claire Castro menyebut komunikasi diplomatik berjalan cepat. Lazaro bahkan telah berkoordinasi langsung dengan Duta Besar Iran untuk Filipina, Yousef Esmaeil Zadeh.
Hasil konkret diperoleh dalam percakapan telepon antara Lazaro dan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada Kamis (2/4). Dalam pembicaraan tersebut, Iran memastikan kapal Filipina dapat melintas dengan aman, tanpa hambatan.
Baca Juga: Dua Kapal Pertamina Belum Bisa Melewati Selat Hormuz, Krisis Energi Terancam Kian Parah
“Selama percakapan telepon tersebut, Menteri Luar Negeri Iran meyakinkan sekretaris bahwa Iran akan mengizinkan pelayaran yang aman, tanpa hambatan, dan cepat,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri Filipina.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah Filipina menyiapkan pengiriman data kapal kepada otoritas Iran guna mempercepat koordinasi pelayaran. Castro menyebut Iran menunjukkan sikap terbuka dan siap membantu permintaan khusus dari Filipina.
Di sisi lain, pemerintah Filipina juga mengambil langkah antisipatif dengan menambah cadangan energi nasional.
Baca Juga: Iran Izinkan 20 Kapal Tanker Pakistan Melintas di Selat Hormuz
Saat ini, stok minyak disebut masih aman hingga Juni, sambil menunggu stabilitas jalur distribusi di kawasan tersebut tetap terjaga.
Pemilu Filipina
Wakil Presiden Sara Duterte resmi menyatakan maju sebagai Presiden Filipina dalam pemilu 2028 mendatang. Sara menjadi salah satu calon presiden terkuat.
“Saya menawarkan hidup saya, kekuatan saya, dan masa depan saya untuk mengabdi kepada bangsa kita. Saya Sara Duterte. Saya akan mencalonkan diri sebagai presiden Filipina,” ujarnya pekan lalu seperti dilansir The Japan Times.
Sara juga menyerang Marcos. Menuding janji-janji kampanye tidak ditepati. Marcos sendiri tak bisa maju mencalonkan diri sebagai presiden lagi. Konstitusi hanya memberi satu periode.
Meski begitu, kinerjanya tetap jadi sorotan. Terutama soal energi. Jika pasokan aman, pemerintah bisa bernapas lega. Jika tidak, dampaknya bisa langsung ke publik yang bisa berujung politik. (lyn/gas/JPG/r3
Editor : Redaksi