Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dokter di Iran Berdonasi untuk Hibur Pasien Anak, Kenakan Kostum Karakter untuk Menghibur

Redaksi • Sabtu, 4 April 2026 | 10:26 WIB
TETAP BERTAHAN: Seorang dokter berada di rumah sakit yang rusak karena serangan Amerika Serikat dan Israel. Dokter di Iran berusaha menghibur pasien anak di tengah perang. (ATTA KENARE/AFP)
TETAP BERTAHAN: Seorang dokter berada di rumah sakit yang rusak karena serangan Amerika Serikat dan Israel. Dokter di Iran berusaha menghibur pasien anak di tengah perang. (ATTA KENARE/AFP)

LombokPost - Dentuman bom beberapa kali terdengar dari kejauhan di langit Teheran.

Namun di dalam ruang perawatan anak di Children’s Medical Center, pasien anak tertawa, bermain musik, dan mewarnai warna-warni di kertas gambar.

Ketika banyak keluarga Iran menghabiskan hari di taman untuk merayakan Sizdah Bedar atau penutup rangkaian tahun baru Nowruz, anak-anak yang sakit harus tetap berada di rumah sakit.

Baca Juga: Iran Rilis Data Korban Agresi AS-Israel : 414 Wanita dan Anak-Anak Dilaporkan Tewas

Mereka tak bisa piknik bersama keluarga.

Tapi para dokter berusaha menghadirkan suasana serupa, versi kecil, di dalam bangsal.

Para residen dan dokter muda di rumah sakit yang berada di bawah Tehran University of Medical Sciences itu mengumpulkan dana pribadi, ditambah donasi, untuk menggelar kegiatan bagi pasien anak.

Baca Juga: Dua Menit Terkini, Konflik Iran-AS-Israel: Rudal Dicegat di Kuwait hingga Gejolak Internal AS

Anak-anak diajak menggambar dan mewarnai sejak awal libur Nowruz pada 20 Maret. Karya mereka kemudian dipajang saat keluarga datang berkunjung.

Tema yang muncul pun tak jauh dari perayaan.

Sebagian anak menari mengikuti musik, ditemani staf yang mengenakan kostum karakter seperti Buzz Lightyear dan tokoh dari PAW Patrol.

Baca Juga: Pezeshkian Bongkar Akar Konflik Iran–AS Sejak 1953

Yang lain bermain bola, melukis wajah, atau meninggalkan cap telapak tangan di atas kertas. Di akhir kegiatan, mereka mendapat tas berisi mainan dan makanan.

“Anak-anak dan keluarga mereka mengalami banyak tekanan dan kecemasan karena harus berada di rumah sakit dalam kondisi penuh stres seperti ini,” ujar dokter Samaneh Kavousi kepada Al Jazeera. Menurutnya, upaya ini sebagai cara mereka untuk mengurangi kecemasan anak-anak. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi
#donasi #Anak #Dokter #rumah sakit #karakter