LombokPost - RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram terus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan dengan menghadirkan layanan ICU Hyperbaric Chamber. Fasilitas yang saat ini sebagai satu-satunya di wilayah Indonesia bagian timur.
“Ini adalah bentuk komitmen kami menghadirkan layanan unggulan yang tidak hanya melayani Mataram, tetapi juga wilayah NTB dan Indonesia timur,” kata Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dr. Hj. NK. Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc., Minggu (5/4).
Layanan ini menjadi kebanggaan daerah. Selain itu, membuka akses penanganan medis lanjutan yang sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah.
dr. Eka menegaskan kehadiran fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan. Melayani berbagai kasus berat dari dekompresi hingga gangguan pernapasan.
Dalam praktiknya, layanan ICU Hyperbaric telah dimanfaatkan untuk menangani kasus serius. “Salah satunya pasien dengan kondisi dekompresi,” tuturnya.
Pasien tersebut mengalami gangguan berat berupa sumbatan tulang belakang. Hal ini menyebabkan kelumpuhan pada ekstremitas serta gangguan pada pusat pernapasan.
Penanganan dilakukan secara intensif melalui terapi hyperbaric dengan durasi sekitar 1,5 hingga 2 jam setiap sesi. “Pasien kemudian menjalani terapi dengan pemantauan ketat oleh tim medis multidisiplin,” jelasnya.
Tim yang terlibat tidak hanya berasal dari satu spesialisasi, tetapi lintas bidang. Mulai dari dokter kelautan, anestesi, saraf, bedah, paru, hingga perawat ICU.
Lebih dari Sekadar Kasus Dekompresi
Ia menjelaskan, pemanfaatan hyperbaric chamber tidak terbatas pada kasus dekompresi saja. Layanan ini juga efektif untuk berbagai kondisi medis lain, seperti emboli gas, infeksi bakteri anaerob, keracunan gas, hingga infeksi kronis tertentu yang membutuhkan terapi tambahan.
Dengan spektrum layanan yang luas, fasilitas ini menjadi salah satu instrumen penting dalam penanganan kasus-kasus kritis yang membutuhkan intervensi cepat dan spesifik. “Hyperbaric ini bukan hanya untuk penyelam, tetapi juga untuk berbagai kondisi medis yang membutuhkan oksigenasi tinggi secara terkontrol,” ujarnya.
Strategi Besar Tingkatkan Layanan Rujukan
Keberadaan ICU Hyperbaric menjadi bagian dari strategi besar RSUD H. Moh. Ruslan memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan regional. Selama ini, keterbatasan fasilitas membuat sejumlah kasus harus dirujuk keluar daerah.
Dengan hadirnya layanan ini, peluang penanganan lokal menjadi lebih besar. Selain itu, fasilitas ini juga menjadi simbol peningkatan kualitas layanan kesehatan daerah, sekaligus menjawab kebutuhan wilayah kepulauan seperti NTB yang memiliki aktivitas kelautan tinggi.
“Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya di wilayah NTB dan Indonesia bagian timur,” tegasnya.
Harapan Pemulihan dan Layanan Berkelanjutan
Di tengah kompleksitas kasus yang ditangani, RSUD Ruslan tetap menaruh harapan besar terhadap proses pemulihan pasien. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga pada pemantauan berkelanjutan dan evaluasi kondisi pasien secara menyeluruh.
“Harapan kami, dengan penanganan yang optimal, pasien dapat menunjukkan perkembangan yang baik dan pulih secara bertahap,” pungkas dr. Eka. (adv/zad/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin