LombokPost - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkap kekhawatiran bahwa perang berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran dapat menggerus dukungan Washington terhadap negaranya.
“Kita harus mengakui bahwa saat ini kita bukan prioritas,” ujar Zelenskyy dalam wawancara dengan Associated Press seperti dikutip, Minggu (5/4).
Ia menilai pergeseran fokus global Amerika ke Timur Tengah berpotensi berdampak langsung pada kebutuhan militer Ukraina, terutama dalam menghadapi serangan udara Rusia yang terus berlangsung.
“Itulah sebabnya saya khawatir perang (Iran) yang panjang akan membuat kami mendapatkan dukungan yang lebih sedikit,” lanjutnya.
Zelenskyy secara khusus menyoroti kebutuhan mendesak Ukraina terhadap sistem pertahanan udara Patriot missile system, yang selama ini menjadi tulang punggung dalam menghadang serangan rudal dan drone Rusia.
Dalam konteks geopolitik, konflik Iran dinilai memberi keuntungan bagi Rusia, baik dari sisi ekonomi maupun kerja sama militer.
Baca Juga: Trump Klaim Kesepakatan Iran Bisa Tercapai Senin Depan, Akui Terlibat Dalam Demo Anarkis
Zelenskyy menyebut Moskow diuntungkan oleh lonjakan harga energi akibat ketegangan di kawasan Teluk, serta mengklaim adanya pertukaran intelijen antara Rusia dan Iran.
Sebagai respons, Ukraina menawarkan kerja sama pertahanan kepada negara-negara Teluk, termasuk berbagi pengalaman dalam menghadapi serangan drone buatan Iran yang sebelumnya digunakan oleh Rusia dalam perang di Ukraina.
Pernyataan ini menegaskan bahwa perang di Timur Tengah tidak hanya berdampak regional, tetapi juga berpotensi mengubah keseimbangan dukungan global dalam konflik lain—termasuk perang Rusia-Ukraina.
“Kita harus mengakui bahwa saat ini kita bukan prioritas,” tutup Zelenskyy.
Baca Juga: Trump Dikecam Keras, Gegara Sumpah Serapahnya di Medsos
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin