Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Oman Berhasil Buka Negosiasi Hormuz, Diplomasi dengan Iran Bergerak!

Lalu Mohammad Zaenudin • Minggu, 5 April 2026 | 23:51 WIB

 

selat Hoemuz (File Reuters)
selat Hoemuz (File Reuters)

 


LombokPost
- Ketegangan di jalur energi global mulai direspons lewat jalur diplomasi. Pemerintah Oman mengonfirmasi telah menggelar pembicaraan dengan Iran untuk membahas kelancaran lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang kini menjadi titik krisis utama perang.

 

“Dalam pertemuan tersebut, para ahli dari kedua pihak mempresentasikan sejumlah gagasan dan proposal yang akan dipelajari lebih lanjut,” ujar Kementerian Luar Negeri Oman dalam pernyataan resminya.

 

Pertemuan dilakukan di tingkat wakil menteri luar negeri, menandakan upaya serius untuk mencegah gangguan lebih lanjut pada jalur yang biasanya mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

 

Di tengah konflik, Iran dilaporkan mulai membuka akses terbatas bagi kapal dari negara yang dianggap “tidak bermusuhan”, seperti Thailand, China, Pakistan, dan India. Namun, kapal dari Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara yang menjatuhkan sanksi terhadap Iran disebut tidak diizinkan melintas.

 

Langkah ini memperlihatkan bahwa Selat Hormuz kini bukan hanya jalur ekonomi, tetapi juga alat tekanan geopolitik.

Baca Juga: Emosi “Tak Stabil”, Trump Diserang Bertubi-tubi!

Lebih jauh, Iran dan Oman juga dilaporkan tengah merancang protokol bersama untuk “memantau” lalu lintas kapal di selat tersebut—indikasi bahwa kontrol terhadap jalur energi global sedang dinegosiasikan ulang di tengah perang.

 

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya tidak terlalu terdampak oleh penutupan selat tersebut. Namun secara ekonomi global, lonjakan harga energi tetap dirasakan luas, termasuk oleh konsumen di Amerika sendiri.

 

Kondisi ini menegaskan bahwa meski konflik terjadi di kawasan tertentu, dampaknya bersifat global—menghubungkan perang dengan harga energi, stabilitas ekonomi, dan politik internasional.

 

“Proposal-proposal tersebut akan dipelajari,” tegas pernyataan Oman, membuka peluang adanya jalur diplomasi di tengah eskalasi militer.

 

Baca Juga: Amerika Sibuk Perang, Presiden Ukraina Takut Tak Dibantu Trump Lagi

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#selat hormuz #iran