Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Deadline Selasa, Trump Ancam Listrik dan Jembatan Iran Dihabisi

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 6 April 2026 | 00:08 WIB
Presiden AS Donald Trump (The Guardian)
Presiden AS Donald Trump (The Guardian)

 

LombokPost - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan batas waktu baru bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz hingga Selasa malam, dengan ancaman serangan langsung terhadap infrastruktur vital jika ultimatum tersebut diabaikan.

 

“Jika mereka tidak melakukan sesuatu sebelum Selasa malam, mereka tidak akan memiliki pembangkit listrik dan tidak akan memiliki jembatan yang masih berdiri,” ujar Trump dalam wawancara dengan The Wall Street Journal.

 

Pernyataan ini mempertegas eskalasi tekanan Washington terhadap Teheran, terutama terkait kontrol Iran atas Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi global.

 

Sebelumnya, Trump juga melontarkan ancaman keras melalui media sosial, menyebut Iran akan menghadapi serangan besar terhadap infrastruktur energi dan transportasi jika tetap menutup jalur tersebut.

 

“Iran akan hidup dalam neraka jika tidak membuka selat itu sebelum batas waktu,” tegasnya.

Baca Juga: Dramatis! Terungkap Strategi CIA dan AS Selamatkan Pilot F-15 Terluka Parah di Iran

Penutupan Selat Hormuz telah mengguncang pasar global, mengingat sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur sempit tersebut. Dampaknya mulai terasa pada lonjakan harga energi dan tekanan ekonomi di berbagai negara.

 

Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah pihak internasional mendesak agar konflik tidak semakin meluas, mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.

 

Namun, nada pernyataan Trump menunjukkan bahwa opsi militer tetap menjadi pilihan utama jika tuntutan tidak dipenuhi.

 

“Iran akan hidup dalam neraka,” tutup Trump.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#ancaman #hormuz #amerika #iran #trump