LombokPost--Situasi di Timur Tengah semakin mencekam setelah seorang pejabat senior Iran secara tegas menyatakan bahwa Teheran menolak usulan gencatan senjata sementara yang diajukan oleh mediator dari Pakistan.
Keputusan ini membawa dampak besar bagi stabilitas global, karena Iran bersikeras tidak akan membuka kembali Selat Hormuz—jalur distribusi minyak paling vital di dunia—hanya untuk ditukar dengan kesepakatan gencatan senjata yang bersifat sementara.
Terbongkar! Alasan Iran Ragukan Amerika Serikat
Di balik penolakan keras tersebut, Iran membongkar alasan mengejutkan.
Pihak Teheran meyakini bahwa Amerika Serikat (AS) sebenarnya tidak memiliki kesiapan atau niat untuk melakukan gencatan senjata secara permanen.
Ketidakpercayaan Iran ini bukan tanpa alasan.
Menurut sumber tersebut, AS dan Israel dinilai memiliki rekam jejak yang buruk dalam mempertahankan komitmen gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.
Dengan tetap terkuncinya Selat Hormuz, dunia kini was-was akan potensi lonjakan harga energi dan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.
Jika AS tidak segera menunjukkan keseriusan dalam perdamaian permanen, jalur perdagangan dunia ini diprediksi akan tetap membeku
Editor : Kimda Farida