Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Militer Iran Targetkan Pusat Petrokimia Israel dan Pangkalan AS

Redaksi Lombok Post • Rabu, 8 April 2026 | 07:48 WIB
Kantong pembuat komponen vital untuk rudal Iran di Shiraz diserang Israel.
Kantong pembuat komponen vital untuk rudal Iran di Shiraz diserang Israel.

LombokPost--Militer Iran dilaporkan telah meluncurkan serangan pesawat nirawak (drone) ekstensif yang menargetkan sejumlah titik strategis milik Israel dan Amerika Serikat pada Selasa (7/4/2026). Serangan ini menyasar kawasan industri petrokimia di dekat Dimona, serta pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait.

Pihak Tentara Iran menyatakan bahwa operasi ini merupakan respons langsung atas agresi yang sebelumnya merusak infrastruktur industri petrokimia serta fasilitas publik di Iran.

Dalam pernyataan resminya, pasukan Iran mengonfirmasi telah menargetkan "unit pembangkit listrik dan fasilitas penyimpanan bahan bakar industri petrokimia" di wilayah pendudukan selatan dekat Dimona. Kawasan ini merupakan rumah bagi kompleks kimia terbesar di Gurun Negev yang memiliki peran vital bagi stabilitas ekonomi dan keamanan Israel.

Baca Juga: Ini 10 Poin Tuntutan Iran Sebagai Syarat Akhiri Konflik dengan Amerika Serikat

Fasilitas di Dimona dinilai memiliki arti penting karena menghasilkan bahan kimia yang digunakan untuk berbagai keperluan militer, sehingga menjadi target prioritas dalam operasi pembalasan tersebut.

Selain menyasar wilayah Israel, serangan drone Iran juga menjangkau aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. "Pusat perbaikan dan pemeliharaan Angkatan Laut AS di Pelabuhan Jebel Ali di Uni Emirat Arab" menjadi salah satu titik yang dihantam. Pelabuhan ini merupakan salah satu fasilitas sandar dan pendukung pemeliharaan terbesar bagi armada kapal perang AS di kawasan tersebut.

Di tempat lain, serangan juga diarahkan ke Pangkalan Udara Ahmad Al-Jaber di Kuwait. Fasilitas ini merupakan markas bagi pasukan Amerika dan unit Angkatan Udara ke-332 AS, yang dilengkapi dengan sistem radar serta hanggar pesawat tempur.

 Baca Juga: Warga Israel Berlindung di Shelter Saat Sirene Serangan Iran Menggema

Ketegangan berskala besar ini bermula sejak 28 Februari 2026, menyusul kampanye militer yang menewaskan Pemimpin Revolusi Islam saat itu, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan senior militer Iran.

Sejak insiden tersebut, wilayah Iran terus menjadi sasaran serangan udara yang menyebabkan kerusakan infrastruktur masif dan jatuhnya banyak korban jiwa. Sebagai bentuk pertahanan diri, Angkatan Bersenjata Iran secara konsisten melakukan operasi pembalasan dengan menargetkan posisi-posisi Amerika dan Israel di pangkalan-pangkalan regional menggunakan gelombang rudal serta drone.

Situasi di Asia Barat saat ini berada dalam status siaga tinggi seiring dengan meningkatnya intensitas serangan yang menyasar titik-titik ekonomi dan militer sensitif

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Israel #amerika #iran