LombokPost — Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Majid Mousavi, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan percepatan dalam membangun kembali cadangan rudal dan drone. Langkah ini diambil guna meningkatkan kesiapan operasional pasukan selama periode gencatan senjata berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan unggahan rekaman visual yang memperlihatkan aktivitas pemeliharaan serta rekonstruksi persediaan persenjataan strategis Iran.
Brigadir Jenderal Majid Mousavi mengungkapkan bahwa momentum pengisian kembali platform peluncur rudal dan pesawat nirawak (drone) saat ini telah melampaui kapasitas produksi yang dimiliki Iran sebelum pecahnya konflik.
“Selama periode gencatan senjata, kecepatan kami dalam memperbarui dan mengisi kembali platform peluncur rudal dan drone bahkan lebih besar daripada sebelum perang. Kami memiliki informasi bahwa musuh tidak mampu menciptakan kondisi seperti itu untuk dirinya sendiri dan terpaksa mendatangkan amunisi dari sisi lain dunia secara bertahap,” ujar Mousavi.
Otoritas militer Iran menilai bahwa pihak lawan, dalam hal ini Amerika Serikat dan Israel, telah mengalami kemunduran signifikan dalam operasi militer mereka di kawasan. Mousavi mengeklaim bahwa kendali strategis di sejumlah titik vital kini berada di tangan pihak Iran dan sekutunya.
“Mereka juga kalah dalam tahap perang ini! Mereka telah kehilangan Selat Hormuz, dan mereka juga telah kehilangan Lebanon dan kawasan ini,” tambahnya.
Sorotan terhadap Dampak Kemanusiaan
Selain membahas aspek teknis militer, pihak IRGC juga menyoroti kebijakan blokade yang berdampak pada warga sipil. Teheran menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap konvensi internasional.
“Terlebih lagi, dengan sengaja menjatuhkan hukuman kolektif kepada penduduk Iran, hal itu sama dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” tegas Mousavi.
Situasi di Asia Barat saat ini masih dalam pengawasan ketat dunia internasional, seiring dengan upaya Iran memperkuat lini pertahanannya di tengah masa jeda pertempuran yang masih sangat fluktuatif.
Editor : Redaksi Lombok Post