LombokPost - Hubungan militer Korea Utara dan Rusia semakin erat di tengah perang di Ukraina.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memuji pasukan negaranya yang bertempur bersama Rusia di wilayah Kursk.
Pujian itu disampaikan saat delegasi Rusia berkunjung ke Pyongyang untuk menghadiri peresmian kompleks memorial bagi prajurit yang gugur dalam invasi Moskow.
Baca Juga: Tentara Korsel Turunkan Pengeras Suara di Perbatasan Korut
Dilansir dari The Guardian, Kim menjadikan pasukan tersebut sebagai simbol pengorbanan dan loyalitas.
“Roh para prajurit yang gugur akan hidup selamanya dengan kehormatan besar yang mereka bela,” kata Kim dalam pesan tulisan tangan di memorial, Ahad (26/4).
Dia juga menegaskan dukungan penuh Pyongyang terhadap kebijakan Rusia.
Baca Juga: Hubungan Korut-AS-Rusia Berpotensi Kian Buruk, Ini Penyebabnya
“Kami akan terus sepenuhnya mendukung kebijakan Rusia dalam mempertahankan kedaulatan, integritas teritorial, dan kepentingan keamanannya,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama militer jangka panjang.
Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov menyebut kesepakatan tersebut akan berlangsung hingga 2031.
“Kami sepakat menempatkan kerja sama militer pada fondasi yang stabil dan jangka panjang,” kata Belousov.
Sejauh ini, Korea Utara diketahui telah mengirim ribuan tentara serta rudal dan amunisi untuk membantu Rusia.
Sebagai imbalan, Pyongyang diduga menerima bantuan finansial, teknologi militer, pangan, dan energi.
Pada 2024, Ukraina sempat melancarkan serangan mendadak ke Kursk dan menguasai lebih dari 1.000 kilometer persegi wilayah Rusia, sebelum akhirnya dipukul mundur. (lyn/gas/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online