LombokPost — Pemerintah Iran secara resmi telah mengajukan tanggapan terhadap proposal terbaru yang diajukan Amerika Serikat guna mencapai kesepakatan penghentian permanen konflik bersenjata antara Iran dengan pihak AS dan Israel.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan pada Minggu (10/5/2026) bahwa dokumen tanggapan tersebut telah diserahkan melalui Pakistan. Sebagaimana diketahui, Islamabad berperan sebagai mediator utama dalam upaya mengakhiri eskalasi yang telah berlangsung sejak Februari lalu.
Dalam laporannya, IRNA menyebutkan bahwa Teheran menegaskan fokus utama negosiasi saat ini harus tertuju sepenuhnya pada penghentian perang. Iran meminta agar isu-isu sektoral lainnya, termasuk perselisihan mengenai program nuklir, dibahas pada tahap pembicaraan selanjutnya setelah stabilitas tercapai.
Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya telah mengumumkan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan serta pertimbangan menyeluruh sebelum memberikan tanggapan akhir terhadap proposal Washington. Proposal AS tersebut merupakan balasan atas rencana 14 pasal yang diajukan Teheran demi mengupayakan penghentian total ketegangan militer di kawasan.
Baca Juga: Rusia Tolak Resolusi Anti-Iran Usulan AS di Dewan Keamanan PBB
Tanggapan terbaru dari Teheran ini menitikberatkan pada penghentian agresi di seluruh lini, termasuk serangan Israel terhadap Lebanon, serta jaminan keamanan pelayaran di Teluk Persia. Salah satu poin krusial dalam negosiasi ini adalah pemulihan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Selat strategis tersebut berada di bawah kendali penuh militer Iran sejak awal konflik. Pihak berwenang di Teheran memberikan indikasi kesiapan untuk membuka kembali jalur air utama tersebut dengan syarat agresi berakhir secara permanen, serta Amerika Serikat mencabut sanksi dan blokade yang dianggap ilegal.
Proses negosiasi intensif sebelumnya sempat dilakukan di Islamabad pada 11-12 April, menyusul gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan. Meskipun pembicaraan tersebut sempat menemui jalan buntu akibat tuntutan maksimalis dari pihak AS, Teheran tetap memberikan sinyal keterbukaan diplomatik.
Fase pertama upaya kesepakatan ini diharapkan dapat berkonsentrasi pada isu pelayaran dan pencabutan sanksi ekonomi. Sementara itu, pembahasan terkait program nuklir tetap ditempatkan sebagai agenda di tahap berikutnya guna memastikan fokus jangka pendek pada resolusi konflik tetap terjaga.
Editor : Redaksi Lombok Post