Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rusia-Tiongkok Siap Bangun Pipa Gas Penghubung Dua Negara, Nilai Perdagangan Rusia-Tiongkok Tembus USD 240 Miliar

Redaksi • Kamis, 21 Mei 2026 | 11:05 WIB
JALIN KERJASAMA: Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping mengikuti upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat di Beijing, Tiongkok, Rabu (20/5). (ALEXANDER KAZAKOV / POOL / AFP)
JALIN KERJASAMA: Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping mengikuti upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat di Beijing, Tiongkok, Rabu (20/5). (ALEXANDER KAZAKOV / POOL / AFP)

LombokPost - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping membahas penguatan kerja sama energi, termasuk pembangunan proyek pipa gas Power of Siberia 2 yang akan menghubungkan Rusia dengan wilayah utara Tiongkok dalam pertemuan di Beijing, Rabu (20/6).

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Agung Rakyat, Beijing, itu menjadi bagian dari agenda kunjungan dua hari Putin ke Tiongkok.

Kedua pemimpin juga membahas hubungan bilateral, situasi geopolitik global, hingga konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Skincare Halal Lokal Sukses Ekspansi hingga Timur Tengah

Hubungan Ekonomi

Dalam pembukaan pertemuan, Putin menyebut hubungan ekonomi Rusia dan Tiongkok tetap menunjukkan perkembangan positif meski menghadapi tekanan eksternal dan situasi global yang tidak menentu.

“Di tengah faktor eksternal yang tidak menguntungkan, kerja sama ekonomi kami (Rusia dan Tiongkok) menunjukkan momentum yang kuat dan positif,” kata Putin.

Baca Juga: Di Tengah Konflik Timur Tengah, Calon Jamaah Haji Mataram Tetap Berangkat

Xi Jinping menegaskan hubungan Beijing dan Moskow tetap solid di tengah berbagai tantangan geopolitik dunia. Dia menyebut kedua negara terus memperdalam kepercayaan politik dan koordinasi strategis dalam berbagai bidang.

Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah proyek pipa gas Power of Siberia 2. Proyek tersebut dinilai penting bagi Rusia setelah ekspor gas ke Eropa menurun akibat perang di Ukraina dan sanksi dari negara-negara Barat.

Kremlin menyebut Rusia dan Tiongkok diperkirakan menandatangani sekitar 40 dokumen kerja sama yang mencakup sektor energi, ekonomi, pendidikan, hingga pariwisata.

Baca Juga: DPR RI Dukung Opsi Efisiensi Dampak Konflik Timur Tengah, asal Tak Ganggu Anggaran Pendidikan

Putin juga datang bersama delegasi besar yang terdiri atas pejabat tinggi pemerintahan, pimpinan perusahaan negara, dan sektor perbankan Rusia.

Prioritaskan Gencatan Senjata

Selain kerja sama energi, Xi turut menyinggung situasi Timur Tengah. Dia menilai konflik yang lebih luas harus dihindari dan menekankan pentingnya gencatan senjata serta jalur negosiasi.

Dilansir dari The Jerusalem Post, nilai perdagangan bilateral Rusia-Tiongkok mencapai 1,63 triliun yuan atau sekitar USD 240 miliar pada 2025. Meski sempat turun 6,5 persen dibanding tahun sebelumnya, perdagangan kedua negara kembali tumbuh 16,1 persen dalam empat bulan pertama tahun ini dibanding periode yang sama tahun lalu. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Timur Tengah #geopolitik #Tingkok #Rusia #konflik