Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

AS-Tiongkok Bersaing Kuasai Teknologi Antariksa, Keunggulan AS Ditopang SpaceX

Redaksi • Selasa, 26 Mei 2026 | 10:37 WIB
Jaringan satelit Starlink, SpaceX mulai mengembangkan konsep pusat data orbital yang memungkinkan pemrosesan data dilakukan langsung di luar angkasa. (AFP)
Jaringan satelit Starlink, SpaceX mulai mengembangkan konsep pusat data orbital yang memungkinkan pemrosesan data dilakukan langsung di luar angkasa. (AFP)

LombokPost - Persaingan teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kini memasuki babak baru di sektor antariksa.

Kedua negara bersaing dalam penguasaan komputasi, akal imitasi (AI), dan pengolahan data di luar angkasa.

Laporan media South China Morning Post (SCMP), Senin (25/5), menyebut AS masih unggul dalam teknologi peluncuran satelit berbiaya rendah melalui roket reusable atau roket yang dapat digunakan kembali.

Baca Juga: SpaceX Berambisi Membangun Permukiman Permanen di Bulan   

Namun, Tiongkok terus mempercepat pembangunan konstelasi satelit komputasi yang berpotensi menjadi fondasi infrastruktur digital masa depan di orbit Bumi.

Keunggulan AS saat ini ditopang oleh perusahaan antariksa swasta SpaceX milik Elon Musk.

Selain mengoperasikan jaringan satelit Starlink, SpaceX mulai mengembangkan konsep pusat data orbital yang memungkinkan pemrosesan data dilakukan langsung di luar angkasa.

Baca Juga: SpaceX Luncurkan Satelit Sentinel-6B untuk Memperkuat Pemantauan Kenaikan Permukaan Laut Global

Di sisi lain, Tiongkok mendorong strategi berbeda dengan memperluas kemampuan komputasi di orbit.

Akademisi Chinese Academy of Engineering, Wang Jian, menyatakan visinya untuk menempatkan daya komputasi dan kecerdasan buatan di luar angkasa sebagai bagian dari transformasi industri antariksa nasional.

Salah satu proyek andalan Tiongkok adalah Three-Body Computing Constellation yang dikembangkan Zhejiang Lab.

Baca Juga: Singapura Bentuk Badan Antariksa Nasional

Program tersebut menargetkan pembangunan jaringan 1.000 satelit komputasi yang mampu memproses data langsung di orbit tanpa harus mengirim seluruh data ke pusat pengolahan di Bumi.

"Konsep komputasi antariksa memungkinkan satelit tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul dan pengirim data, tetapi juga sebagai pusat pemrosesan data secara mandiri di luar angkasa," kata Lin Guangrong dari GalaxySpace. (din/gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#luar angkasa #Amerika Serikat #SpaceX #tiongkok #antariksa