Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jamaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Siapkan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina

Redaksi • Selasa, 26 Mei 2026 | 10:56 WIB
PUNCAK HAJI: Jamaah calon haji Indonesia saat berada di tenda jelang puncak ibadah haji di Arafah, Senin (25/5). (KEMENHAJ)
PUNCAK HAJI: Jamaah calon haji Indonesia saat berada di tenda jelang puncak ibadah haji di Arafah, Senin (25/5). (KEMENHAJ)

LombokPost - Jamaah calon haji (JCH) Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap dari hotel masing-masing menuju Arafah untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji pada Senin (25/5).

Alhamdulillah, ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jamaah,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Ulfa Assegaf di Jakarta, Senin (25/5).

Maria menjelaskan, pergerakan jamaah menuju Arafah dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. “Kami mengimbau seluruh jamaah agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak bergerak sendiri, tidak mendahului rombongan, dan selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah agar seluruh proses berjalan tertib dan aman,” lanjutnya.

Baca Juga: Pelepasan 393 Jemaah Haji Kloter 5 Mataram: Wali Kota Minta Fokus Ibadah dan Jaga Kekompakan

Selain kesiapan teknis, Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jamaah untuk menjaga kepatuhan terhadap ketentuan ihram selama menjalani rangkaian ibadah.

“Bagi jamaah laki-laki, kami ingatkan agar tidak memakai pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat seperti peci atau sorban, serta tidak menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit,” jelas Maria.

“Sedangkan bagi jamaah perempuan, selama dalam keadaan ihram tidak diperkenankan menutup wajah dengan cadar maupun menggunakan sarung tangan. Seluruh jamaah juga harus menjaga diri dari larangan ihram lainnya seperti memotong kuku, mencabut rambut, menggunakan wangi-wangian setelah niat ihram, serta menjaga lisan dan perilaku agar ibadah tetap khusyuk,” sambungnya.

Baca Juga: Dewan NTB Soroti Pelayanan Ibadah Haji, Minta Revitaliasi Asrama Haji Embarkasi Lombok

Maria juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama fase Armuzna yang membutuhkan stamina tinggi dan mobilitas intensif.

“Kami meminta seluruh jamaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, makan teratur, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga selama puncak ibadah haji,” ujarnya.

“Gunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca panas. Bagi jamaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan obat pribadi selalu dibawa dan mudah dijangkau,” tambahnya.

Baca Juga: Tujuan dan Hikmah Ibadah Haji, Ibadah Haji Bukan Sekadar Perjalanan Fisik

Ia juga mengingatkan agar jamaah segera melapor jika mengalami gangguan kesehatan. “Jangan memaksakan diri. Bila merasa lemas, pusing, sesak napas, atau mengalami gangguan kesehatan lainnya, segera hubungi petugas kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah dapat berjalan aman, lancar, dan sempurna,” tegas Maria.

Selain itu, penguatan layanan kesehatan selama puncak haji juga terus dilakukan melalui kesiapan fasilitas kesehatan lapangan.

“Kami menyiagakan masing-masing satu Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan di Mina untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna,” kata Maria.

Untuk mendukung kelancaran operasional, sebanyak 657 petugas Satgas Arafah juga telah ditempatkan di berbagai titik layanan.

“Mereka terdiri dari petugas adhoc Arafah, koordinator markas, pengawas konsumsi, dan unsur layanan lainnya yang akan memastikan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jamaah berjalan maksimal,” jelasnya.

Maria mengajak seluruh jamaah untuk saling peduli dan saling membantu selama menjalani puncak ibadah haji.

“Jika melihat jamaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, mohon segera dibantu dan dilaporkan kepada petugas terdekat. Semoga seluruh jamaah Indonesia diberi kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina,” pungkas Maria.

Wajah Baru Layanan Haji

Sementara itu, Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menghadirkan perubahan nyata dalam kualitas pelayanan jamaah Indonesia di Arab Saudi. “Tidak hanya dari sisi teknis, pelayanan tahun ini dinilai lebih humanis dan berorientasi pada kenyamanan jamaah,” kata Ketua Timwas Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal di Madinah, Senin (18/5).

Cucun menyebut pelayanan haji tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibanding musim-musim sebelumnya. Menurutnya, pendekatan pelayanan yang dilakukan petugas kini terasa lebih dekat, ramah, dan mengedepankan sentuhan kemanusiaan.

“Yang kami lihat sekarang bukan hanya pelayanan administratif berjalan baik, tetapi juga bagaimana jemaah diperlakukan dengan penuh perhatian dan rasa hormat. Petugas hadir bukan sekadar bekerja, tetapi melayani dengan hati,” ujarnya.

Timwas DPR RI menilai berbagai inovasi yang diterapkan tahun ini memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan jemaah, khususnya lansia dan kelompok rentan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas akomodasi jemaah reguler.

“Untuk pertama kalinya, banyak jamaah haji reguler Indonesia dapat menempati hotel-hotel premium di kawasan Markaziyah yang berada dekat dengan Masjid Nabawi,” bebernya.

Timwas DPR RI juga memberikan perhatian terhadap implementasi layanan Mecca Route atau fast track keimigrasian yang dinilai semakin mempermudah perjalanan jemaah sejak dari tanah air.

Timwas DPR RI berharap peningkatan kualitas layanan seperti Mecca Route, penguatan pendampingan jamaah, hingga peningkatan standar akomodasi dapat terus diperluas pada musim haji mendatang.

Cucun menegaskan, berbagai perubahan yang terlihat pada penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi umat. “Negara benar-benar hadir untuk melayani jemaah. Semangatnya bukan hanya menjalankan operasional haji, tetapi memastikan jamaah merasa aman, nyaman, dan dimuliakan selama beribadah,” tandasnya. (*/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#arafah #Kesehatan #dpr ri #pengawas #Ibadah haji