LombokPost - Sementara itu, Israel memperluas operasi militernya di Lebanon Selatan dengan mengeluarkan perintah evakuasi besar-besaran kepada warga di wilayah selatan Sungai Zahrani.
Pada Rabu (27/5), Pasukan Pertahanan Israel mendesak warga segera bergerak ke utara sejauh sekitar 40 kilometer dari perbatasan Israel.
Israel memperingatkan akan bertindak tidak kenal ampun terhadap wilayah yang disebut memiliki infrastruktur Hizbullah.
Baca Juga: Konflik Memanas, Hizbullah Lancarkan 13 Serangan terhadap Pasukan Israel di Lebanon Selatan
Perintah evakuasi itu disebut sebagai yang terbesar sejak gencatan senjata berlaku pada 17 April dan mencakup sekitar 14 persen wilayah Lebanon.
Gelombang serangan udara kemudian menghantam Tyre dan wilayah sekitarnya sepanjang Rabu (27/5) malam hingga Kamis (28/5) pagi.
Rekaman dari lokasi menunjukkan ledakan besar, kobaran api, dan asap tebal membumbung di kawasan permukiman.
Baca Juga: Iran Rilis Peta Jalur Aman Selat Hormuz, Israel Terus Serang Lebanon
Tim ambulans terus berkeliling meminta warga meninggalkan rumah mereka di tengah ancaman serangan lanjutan.
“Orang-orang mengemasi barang-barang mereka. Semua orang takut,” kata salah satu warga Tyre, Rida, seperti dilansir BBC.
Kepala delegasi Komite Palang Merah Internasional di Lebanon, Agnes Dhur, memperingatkan bahwa situasi kini mendekati titik kritis yang berbahaya.
Baca Juga: Rusia Kecam Israel Gempur Lebanon, Menlu Sergei Lavrov Sebut Bisa Rusak Jalur Diplomasi
“Permusuhan yang terus berlanjut menciptakan kondisi yang tidak dapat ditolerasi bagi warga sipil dan berisiko menimbulkan konsekuensi jangka panjang,” ujarnya. (lyn/ttg/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post