LombokPost - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim sistem pertahanan udara Patriot setelah Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke sedikitnya lima kota di Ukraina, Selasa (2/6).
Serangan yang menyasar Kyiv, Dnipro, Zaporizhzhia, Poltava, dan Kharkiv itu menewaskan sedikitnya 14 orang serta melukai puluhan lainnya.
Sejumlah warga juga dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat hantaman rudal dan drone.
Menurut data angkatan udara Ukraina, Rusia meluncurkan 73 rudal dan 656 drone dalam semalam, termasuk delapan rudal hipersonik Tsirkon.
Gelombang serangan tersebut memicu ledakan di berbagai wilayah dan memaksa warga berlindung di ruang bawah tanah, koridor apartemen, hingga stasiun metro.
Ia menegaskan Ukraina membutuhkan tambahan sistem pertahanan udara Patriot dari AS.
“Kami jelas membutuhkan bantuan Amerika Serikat dalam memasok rudal seperti Patriot. Kami mengandalkan dukungan dari para mitra dan respons yang efektif terhadap serangan hari ini,” ujar Zelensky.
Stok Menipis
Zelensky sebelumnya telah berulang kali memperingatkan bahwa stok rudal pencegat Patriot milik Ukraina semakin menipis.
Baca Juga: Tangis Marta Kostyuk di Roland Garros 2026, Tetap Menang Meski Dihantui Kabar Rudal di Ukraina
Sistem buatan AS tersebut saat ini menjadi satu-satunya pertahanan yang dinilai efektif untuk menghadang rudal balistik Rusia.
Korban terbesar tercatat di Dnipro. Sedikitnya sembilan orang tewas dan 36 lainnya terluka.
Seorang petugas penyelamat turut menjadi korban setelah terkena serangan kedua saat menangani lokasi ledakan pertama.
Serangan tersebut juga mengganggu pasokan listrik di ibu kota. Perusahaan energi DTEK menyebut sekitar 140.000 warga Kyiv sempat mengalami pemadaman listrik. (gas/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online