Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bahas Program Nuklir Kim Jong Un

Redaksi • Selasa, 9 Juni 2026 | 12:05 WIB
JALIN PERSAHABATAN: Seorang wanita melewati layar televisi yang menampilkan siaran berita pertemuan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, di Seoul, Korsel, Senin (8/6). (JUNG YEON-JE/AFP)
JALIN PERSAHABATAN: Seorang wanita melewati layar televisi yang menampilkan siaran berita pertemuan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, di Seoul, Korsel, Senin (8/6). (JUNG YEON-JE/AFP)

LombokPost - Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara (Korut) selama dua hari mulai Minggu (8/6).

Kunjungan pertama dalam tujuh tahun terakhir itu dinilai sebagai langkah Beijing untuk memperkuat kembali pengaruh militer dan strategisnya terhadap Pyongyang di tengah semakin eratnya hubungan Korea Utara dengan Rusia.

Xi tiba di Bandara Pyongyang dan disambut langsung oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama istrinya, Ri Sol Ju.

Baca Juga: Perkuat Hubungan Bilateral, Iran dan Rusia Teken Kerja Sama Nuklir Senilai Rp 407 Triliun

Televisi pemerintah Tiongkok CCTV menayangkan momen saat Kim dan istrinya menyambut kedatangan Xi dan Ibu Negara Peng Liyuan.

Setelah penyambutan di bandara, kedua pemimpin menghadiri upacara kenegaraan besar di Lapangan Kim Il Sung.

Ribuan warga mengibarkan bunga serta bendera kedua negara, sementara pasukan kehormatan dan kavaleri turut mengawal rangkaian acara. Upacara tersebut juga diwarnai penghormatan 21 dentuman meriam.

Baca Juga: Iran Tolak Proposal Perundingan Nuklir AS, Netanyahu Sarankan Rebut Uranium dari Teheran

Produksi Rudal

Kunjungan Xi berlangsung saat Korea Utara terus meningkatkan kemampuan militernya.

Sehari sebelum kedatangan presiden Tiongkok itu, Kim meninjau perusahaan amunisi yang sedang memperluas kapasitas produksi rudal balistik dan rudal jelajah.

Baca Juga: Iran Tawarkan Pembukaan Selat Hormuz, AS Ngotot Bahas Nuklir

Situasi tersebut membuat kunjungan Xi dipandang sebagai upaya Beijing menjaga pengaruhnya terhadap kebijakan keamanan Korea Utara.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pyongyang diketahui semakin dekat dengan Rusia melalui berbagai bentuk kerja sama, termasuk di bidang militer.

Perjanjian Persahabatan

Menjelang kunjungan tersebut, Xi menegaskan hubungan kedua negara tetap kuat meski dinamika internasional terus berubah. "Tidak peduli bagaimana zaman berubah atau bagaimana situasi internasional berkembang, persahabatan tradisional antara Tiongkok dan Korea Utara tetap tidak dapat dipatahkan, bertahan lama, dan terus memancarkan vitalitas," tulis Xi.

Isu program nuklir Korea Utara menjadi salah satu topik pembahasan. Selama ini, Tiongkok cenderung berhati-hati terhadap pengembangan senjata nuklir Pyongyang karena berpotensi meningkatkan ketegangan kawasan dan memicu respons militer Amerika Serikat.

Kunjungan Xi bertepatan dengan peringatan 65 tahun Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik antara Tiongkok dan Korea Utara yang ditandatangani pada 1961. Hingga kini, perjanjian tersebut masih menjadi satu-satunya pakta pertahanan bersama yang dimiliki Beijing. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Amerika Serikat #tiongkok #beijing #militer #korea utara