Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Terjun Bebas sampai 4 Persen!

Nurul Hidayati • Senin, 15 Juni 2026 | 12:20 WIB
Kapal di Selat Hormuz, dekat Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)
Kapal di Selat Hormuz, dekat Bandar Abbas, Iran (Al-Jazeera)

LombokPost – Peta ekonomi dan geopolitik global mendadak berubah drastis. Harga minyak mentah dunia langsung terjun bebas hingga 4 persen pada sesi perdagangan Senin (15/6).

Anjloknya harga komoditas utama ini dipicu oleh pengumuman mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bersama Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang menyatakan bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan resmi untuk mengakhiri perang berkepanjangan yang meletus sejak 28 Februari 2026 lalu.

Sentimen positif ini kian diperkuat oleh komitmen Iran yang akhirnya bersedia membuka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas pelayaran internasional. Berdasarkan data pasar Investing pada Senin (15/6), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot tajam sebesar 4,36 persen ke level USD 81,18 per barel. Setali tiga uang, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent juga melorot 3,95 persen ke angka USD 83,89 per barel.

Baca Juga: Situs Sejarah Diserang, Iran Siap Gugat Amerika Serikat dan Israel ke Jalur Hukum Internasional

Swiss Jadi Saksi Sejarah, Blokade Militer Resmi Dihentikan

Melansir laporan dari Reuters, jalur diplomasi yang dimediatori oleh Pakistan ini akan mencapai puncaknya pada hari Jumat mendatang, di mana AS dan Iran dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Swiss.

Dalam pernyataannya pada hari Minggu, Donald Trump menegaskan langkah taktis operasional pasca-kesepakatan.

Baca Juga: Upayakan Penghentian Konflik permanen, Iran Serahkan Tanggapan Atas Proposal Amerika Serikat

Akses Bebas Biaya: Jalur strategis Selat Hormuz akan dibuka kembali secara total bagi kapal dagang tanpa pungutan biaya apa pun.

Penghentian Blokade: Angkatan Laut Amerika Serikat akan mengakhiri seluruh operasi blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan milik Iran.

Gencatan Senjata: Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, membeberkan bahwa negosiasi kesepakatan yang lebih luas akan terus digodok selama periode masa gencatan senjata selama 60 hari ke depan.

Baca Juga: Cetak Sejarah! Jungkook BTS Jadi Artis Korea Pertama Masuk Serial Buku Pendidikan Anak-Anak Amerika Serikat

"Premi risiko geopolitik yang sebelumnya telah terakumulasi dalam harga minyak kini sedang dilepas secara agresif karena para pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan pulihnya aliran pasokan minyak," analisis Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade.

Menatap Pemulihan Jalur Pasokan Energi Global

Dunia sebelumnya sempat limbung dan kehilangan jutaan barel pasokan minyak serta gas akibat penutupan Selat Hormuz selama lebih dari tiga bulan akibat perang. Padahal, selat tersebut merupakan urat nadi logistik yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan Gas Alam Cair (LNG).

Meskipun pasar masih mencermati seberapa cepat produsen di Timur Tengah mampu memulihkan kerusakan infrastruktur akibat perang, Vivek Dhar selaku ahli strategi komoditas dari Commonwealth Bank of Australia menilai pasar berpeluang besar mengalami surplus kembali. Menurut catatan Dhar, arus minyak melalui Selat Hormuz hanya perlu kembali ke kisaran 60–70% dari level sebelum perang untuk mengembalikan pasar pada kondisi kelebihan pasokan seperti semula.

Di sisi lain, angin segar juga berembus dari benua Eropa. Negara-negara E4 yang terdiri atas Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia secara kolektif menyatakan kesiapan mereka untuk mencabut paket sanksi ekonomi terhadap Iran. Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas kebijakan responsif yang diambil Teheran terkait penyesuaian program nuklir mereka.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Harga Minyak Dunia Jatuh #Kesepakatan Damai AS Iran #Selat Hormuz Dibuka Kembali #Nilai Kontrak Minyak WTI Brent #Analisis Pasar Komoditas KCM