Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hasil Survei : Warga di 25 Negara Lebih Memercayai Tiongkok ketimbang AS

Redaksi Lombok Post • Kamis, 16 Juli 2026 | 23:18 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning. [File/AP]
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning. [File/AP]

LombokPost— Indikator kepercayaan publik internasional terhadap kepemimpinan global Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengalami draf penurunan yang signifikan. Survei terbaru Pew Research Center menunjukkan mayoritas warga di 25 dari 36 negara dan wilayah yang disurvei kini memiliki pandangan lebih positif terhadap Tiongkok dibandingkan Amerika Serikat.

Hasil studi komparatif ini menjadi torehan historis baru dalam draf pemantauan data opini publik dunia. Hasil ini menjadi yang pertama sejak lembaga tersebut memantau persepsi global terhadap kedua negara sekitar dua dekade terakhir.

Riset berskala global yang dilakukan pada Februari hingga Mei 2026 itu melibatkan lebih dari 42 ribu responden di 35 negara serta Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Berdasarkan draf sebaran data geografis, tren pergeseran sentimen positif ke arah Beijing terjadi di sejumlah negara maju dan kawasan sekutu tradisional Washington:

Direktur Asosiasi Riset Sikap Global Pew Research Center Laura Silver mengatakan pergeseran tersebut merupakan perubahan paling signifikan sejak survei serupa dilakukan sekitar 20 tahun lalu. "Ini adalah pertama kalinya Tiongkok dipandang lebih positif daripada Amerika Serikat secara global," ujarnya.

Korelasi Kebijakan Luar Negeri Donald Trump

Para analis kedeputian riset menilai bahwa draf penurunan reputasi geopolitik Washington ini linear dengan arah kebijakan diplomasi yang diambil oleh Gedung Putih. Menurut Silver, penurunan citra Amerika berkaitan dengan kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump.

Respons publik internasional dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan regional serta draf keberpihakan politik luar negeri AS yang dinilai kontradiktif dengan prinsip stabilitas. Konflik di Timur Tengah, sikap Washington terhadap perang Israel-Hamas di Gaza, serta sejumlah kebijakan terhadap negara sekutu dinilai ikut menggerus kepercayaan publik internasional.

"Terlihat hubungan antara meningkatnya konflik dengan anggapan bahwa Amerika Serikat tidak berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas. Kepercayaan terhadap Donald Trump juga terus menurun," kata Silver.

Dampak dari draf penurunan ini juga berimbas pada perbandingan tingkat penerimaan personal terhadap kepala negara masing-masing. Survei itu juga menunjukkan Presiden Tiongkok Xi Jinping memperoleh tingkat kepercayaan lebih tinggi dibanding Trump di 22 dari 36 negara yang disurvei. Selain itu, Tiongkok semakin dipandang sebagai mitra internasional yang lebih berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas global.

Perubahan Signifikan di Wilayah Kanada

Anomali penurunan indeks kepercayaan paling radikal tercatat pada wilayah teritorial yang berbatasan langsung dengan AS. Perubahan paling mencolok terjadi di Kanada.

Grafik statistik menunjukkan penurunan drastis pada draf sentimen publik masyarakat Kanada terhadap negara tetangganya. Persentase warga yang memiliki pandangan positif terhadap Amerika turun dari 57 persen pada 2023 menjadi 33 persen.

Sebaliknya, indikator penerimaan terhadap Beijing justru mengalami draf pertumbuhan. Sebaliknya, citra positif Tiongkok naik dari 14 persen menjadi 44 persen, di tengah memanasnya hubungan Ottawa dan Washington akibat kebijakan tarif serta pernyataan Trump mengenai Kanada.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
tiongkok amerika China