Ukraina Serang Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia dan Teheran Siap Ambil Langkah, Perang Rusia dan Ukraina Masih Berlangsung

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 16:17 WIB
MENEPI: Seorang pria berdiri di dekat perahu di tepi pantai Laut Kaspia di Iran utara beberapa waktu lalu. Seorang pelaut Iran tewas akibat serangan Ukraina, Sabtu (25/7). (AFP)
MENEPI: Seorang pria berdiri di dekat perahu di tepi pantai Laut Kaspia di Iran utara beberapa waktu lalu. Seorang pelaut Iran tewas akibat serangan Ukraina, Sabtu (25/7). (AFP)

LombokPost - Iran mengecam keras dugaan serangan Ukraina terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia yang menewaskan seorang pelaut dan melukai satu lainnya.

Teheran menyebut insiden tersebut sebagai tindakan agresi dan menegaskan akan mengambil langkah untuk melindungi kepentingan serta keamanan nasionalnya.

Kementerian Luar Negeri Iran pada Sabtu (25/7) menyatakan telah memanggil perwakilan diplomatik Ukraina di Teheran untuk menyampaikan protes resmi atas insiden tersebut. Hingga kini, Ukraina belum memberikan tanggapan langsung terhadap tuduhan Iran.

Baca Juga: Jawa Tengah Jajaki Kerja Sama dengan Iran, Gubernur Ahmad Luthfi Bidik Transfer Teknologi dan Investasi

Memasok Drone ke Moskow

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Selama perang dengan Rusia, Ukraina berkali-kali menuduh Iran memasok drone tempur kepada Moskow yang kemudian digunakan dalam serangan ke wilayah Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari yang sama mengungkapkan bahwa negaranya berhasil melancarkan serangan jarak jauh di Laut Kaspia. "Kami mencapai hasil yang sangat kuat dengan serangan jarak jauh di Laut Kaspia, termasuk kapal-kapal yang digunakan dalam pengiriman kargo militer yang melibatkan Iran," kata Zelenskyy

Baca Juga: Terima Dubes Iran, Gubernur Ahmad Luthfi Sampaikan Duka Cita atas Berpulangnya Ali Khamenei

Basis Angkatan Laut Rusia

Laut Kaspia memiliki arti strategis bagi Iran dan Rusia. Selain menjadi jalur perdagangan penting, kawasan itu juga menjadi basis kekuatan angkatan laut Rusia untuk mendukung operasi militernya.

Dalam pernyataan terpisah, Zelenskyy juga menuduh Rusia membagikan data pengamatan satelit di Timur Tengah kepada Iran untuk membantu mengarahkan serangan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Iran Tak Biarkan Setetes Minyak Lewati Selat Hormuz

Ia turut mengklaim Moskow sedang mempersiapkan kedatangan sekitar 30.000 tentara Korea Utara untuk memperkuat pasukan Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Di medan tempur, pertempuran antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung. Otoritas yang didukung Rusia melaporkan 12 orang, termasuk lima anak-anak, tewas akibat serangan pesawat nirawak di wilayah Zaporizhzhia yang mereka kuasai.

Sementara itu, Rusia kembali meluncurkan serangan rudal ke Kyiv pada Minggu pagi yang memicu kebakaran di sejumlah bangunan, meski belum ada laporan korban jiwa. (gas/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
keamanan ukraina iran Rusia moskow