Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir

Kimda Farida • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 12:11 WIB

 

Donald Trump (Photo by Aaron Schwartz / AFP)
Donald Trump (Photo by Aaron Schwartz / AFP)

 

LombokPost--Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan ultimatum kepada Iran untuk segera mencapai kesepakatan baru terkait program nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Trump menyebut perundingan yang dijadwalkan dalam satu hingga dua hari ke depan merupakan kesempatan terakhir bagi Teheran untuk menghindari eskalasi perang.

Saat diwawancara di Oval Office, Senin (3/8) waktu setempat, Trump mengatakan proses negosiasi akan diawali dengan pembukaan Selat Hormuz sebelum berlanjut pada pembahasan program nuklir Iran.

"Fase pertama adalah pembukaan selat. Fase kedua adalah denuklirisasi. Itu akan memerlukan waktu," kata Trump seperti dilansir The Guardian

Trump juga memperingatkan kesabarannya terhadap Iran mulai habis.

"Ini adalah kesempatan terakhir bagi mereka untuk menandatangani dokumen yang baik," ujarnya.

Baca Juga: Ketegangan Selat Hormuz: Trump Beri Ultimatum Terakhir, Iran Tegas Tolak Negosiasi

Jalur Sementara di Oman

Pernyataan Trump langsung dibantah Teheran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan negaranya belum kembali berunding dengan Washington.

"Saat ini kami tidak sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat," tegas Baghaei dalam konferensi pers di Teheran.

Menurut Baghaei, Iran saat ini hanya berdiskusi dengan Oman mengenai kemungkinan pembentukan jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz agar kapal-kapal komersial dapat kembali melintas.

Jalur sementara tersebut disebut akan digunakan hingga tercapai kesepakatan mengenai rute pelayaran permanen.

Tolak Negara Ketiga

Iran sebelumnya mengajukan agar kapal yang melintasi Selat Hormuz lebih banyak menggunakan jalur utara yang dekat dengan wilayahnya.

Teheran juga menolak usulan pembagian lalu lintas kapal secara seimbang maupun keterlibatan negara ketiga dalam pembersihan ranjau di kawasan tersebut.

Trump juga mengklaim telah membatalkan serangan militer besar terhadap Iran pada akhir pekan lalu setelah mendapat permintaan dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman agar jalur diplomasi tetap diutamakan.

Baca Juga: Trump Klaim Mulai Negosiasi, Iran Membantah, Situasi di Sekitar Selat Hormuz Belum Stabil

Menurut Trump, pembatalan serangan itu bergantung pada kesediaan Iran segera mencapai kesepakatan. (lyn/gas/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Jawa Pos
program nuklir Iran selat hormuz Amerika Serikat iran Donald Trump