Berdarah Mesir, Calon Senator AS Lantang Menantang Israel

Kimda Farida • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 12:21 WIB
Bendera Amerika Serikat berkibar dengan latar langit biru, melambangkan persatuan, kebebasan, dan identitas nasional negara tersebut.
Bendera Amerika Serikat berkibar dengan latar langit biru, melambangkan persatuan, kebebasan, dan identitas nasional negara tersebut.

 

LombokPost--Kemenangan Abdul El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan atau primary Senat Michigan belum sepenuhnya melegakan Partai Demokrat Amerika Serikat (AS).

Para elite partai kini berpacu menyatukan kubu progresif dan moderat demi mempertahankan kursi Michigan yang menjadi salah satu kunci merebut kembali mayoritas di Senat pada pemilu sela atau midterm pada November mendatang.

Mengutip The Guardian, El-Sayed yang lantang menentang genosida Israel di Jalur Gaza mengalahkan anggota DPR yang dikenal sangat pro-Israel, Haley Stevens, dengan selisih sangat tipis, yakni 48,5 persen berbanding 47,5 persen.

Putra imigran Mesir itu unggul di kalangan pemilih muda dan pemilih berlatar pendidikan tinggi.

Stevens mendapat guyuran dana jumbo mencapai USD 30 juta dari kelompok lobi Israel berpengaruh, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC).

Dalam pemilu sela nanti, El-Sayed akan berhadapan dengan kandidat Partai Republik Mike Rogers. Jika menang, pria kelahiran 31 Oktober 1984 tersebut bakal menjadi senator muslim pertama AS.

El-Sayed harus merangkul pemilih moderat, pemilih kulit hitam yang banyak mendukung Stevens, serta pemilih independen yang diperkirakan menjadi penentu hasil pemilu sela nanti.

"Saya tahu tidak semua orang akan sepakat dengan semua pandangan saya. Tetapi, saya yakin kita sepakat mengenai pentingnya mengalahkan Mike Rogers, meminta pertanggungjawaban (Presiden AS) Donald Trump, memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, dan mengatasi krisis biaya hidup," ujar El-Sayed dalam pidato kemenangannya.

Baca Juga: Polisi Temukan Ratusan Senjata hingga Narkoba di Bunker Sekolah di Jakarta Selatan

Saat ini Partai Republik menguasai Senat dengan komposisi 53 kursi, sedangkan Partai Demokrat memiliki 47 kursi.

Untuk bisa menggulingkan dominasi Partai Republik, Partai Demokrat harus menang di negara bagian yang dikuasai partai tersebut, seperti Maine, Texas, dan North Carolina.

Di sisi lain, cengkeraman di negara bagian yang sudah  mereka kuasai, seperti Michigan, tak boleh lepas.

Gubernur Michigan Gretchen Whitmer yang sebelumnya mendukung Stevens juga mengajak seluruh kader partainya mengakhiri persaingan internal. 

"Ada semangat dan energi yang besar dalam pemilihan pendahuluan ini dan itu merupakan hal yang baik. Demokrat siap mengalahkan Partai Republik di seluruh Michigan," kata Whitmer yang mengalahkan El-Sayed dalam primary Pemilihan Gubernur Michigan 2018 itu.

Sementara itu, Rogers langsung melancarkan serangan politik.

Mantan anggota Kongres tersebut menilai lawannya terlalu berhaluan kiri, senada dengan ejekan Trump yang menyebut doktor kesehatan masyarakat tersebut "pecundang komunis."

Baca Juga: Menghormati Tetangga: Jalan Menuju Keberkahan Hidup

"Pilihan pada November nanti sangat sederhana, yakni antara akal sehat atau kegilaan," kata Rogers, seperti dikutip dari USA Today. (lyn/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Jawa Pos
Abdul El-Sayed Senat AS Michigan partai republik Partai Demokrat