Donald Trump Ancam Penjarakan Pembocor Informasi Kerahasiaan Amunisi Militer AS

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 22:39 WIB
Donald Trump (Photo by Aaron Schwartz / AFP)
Donald Trump (Photo by Aaron Schwartz / AFP)

LombokPost— Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengupayakan hukuman penjara jangka panjang bagi pihak-pihak yang diduga membocorkan informasi mengenai kondisi persediaan amunisi militer AS.

Pernyataan keras tersebut dilontarkan usai maraknya pemberitaan media internasional mengenai dinamika pasokan logistik pertahanan Washington. Ancaman itu disampaikan setelah muncul laporan media yang menyebut stok rudal presisi Washington mulai menipis akibat perang yang telah berlangsung selama enam bulan.

Merespons isu tersebut, Trump menyampaikan bantahan resmi mengenai klaim penipisan pasokan persenjataan nasional. Melalui unggahan di Truth Social pada Kamis (7/8/2026), Trump membantah keras laporan tersebut.

"AS memiliki sejumlah besar amunisi, terutama jenis-jenis tertentu. Selain itu, sejumlah besar amunisi sedang diproduksi dan dikirim ke AS sesuai kebutuhan," tulis Trump.

Selain membantah laporan media, Trump juga mengecam pihak yang diduga membocorkan informasi mengenai kondisi persenjataan AS. Menurutnya, kebocoran informasi tersebut merupakan tindakan yang merugikan kepentingan negara.

Ia menegaskan bahwa otoritas penegak hukum tengah mengidentifikasi oknum yang bertanggung jawab atas kebocoran dokumen keamanan negara tersebut. "Para pembocor pernyataan pengkhianatan ini sedang diburu. Hukuman penjara jangka panjang akan diupayakan," tulisnya.

Eskalasi retorika ini berawal saat laporan sejumlah media AS melaporkan adanya kekhawatiran mengenai stok rudal Amerika.

Respons Industri Pertahanan Iran

Di sisi lain, dinamika isu krisis amunisi ini memicu respons geopolitik dari pihak luar. Di sisi lain, Iran memanfaatkan laporan tersebut untuk menunjukkan kepercayaan diri.

Menteri Pertahanan Iran Majid Ibn-e-Reza menyatakan negaranya siap menghadapi ancaman apa pun berkat industri pertahanan dalam negeri.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
amerika iran Donald Trump