Netanyahu Tolak Tarik Pasukan Israel dari Gaza, Tuding Pelucutan Senjata Hamas Fiktif

Kimda Farida • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Benjamin Netanyahu (Photo by ilia YEFIMOVICH / AFP)
Benjamin Netanyahu (Photo by ilia YEFIMOVICH / AFP)

 

LombokPost--Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana perdamaian Gaza yang didukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Netanyahu menegaskan pasukan Israel tidak akan ditarik dari Jalur Gaza sebelum Hamas benar-benar dilucuti.

Penolakan itu disampaikan Netanyahu dalam rapat kabinet Israel pada Ahad (9/8).

Sikap tersebut menjadi salah satu perselisihan terbuka antara Netanyahu dan Trump yang berpotensi menghambat upaya Washington mengakhiri perang di Gaza.

Netanyahu menegaskan, penarikan pasukan Israel hanya dapat dilakukan setelah Hamas dilucuti sepenuhnya.

“Ketika saya mengatakan pelucutan Hamas, itu berarti senjata berat, senjata ringan, semua senjata. Kami berbicara tentang pelucutan yang nyata, bukan pelucutan fiktif,” ujar Netanyahu.

Rencana perdamaian 15 poin tersebut digagas Board of Peace yang dipimpin Trump dan diumumkan pada Juli lalu.

Proposal itu mengatur pelucutan senjata Hamas secara bertahap, penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, serta pembentukan pemerintahan transisi melalui Komite Nasional Palestina yang independen.

Baca Juga: PB Jaya Raya Rayakan Ulang Tahun Ke-50, Terus Usung Misi Besar Cetak Generasi Emas Bulu Tangkis

Trump sebelumnya menyatakan penarikan pasukan Israel akan dilakukan secara bertahap seiring dengan proses pelucutan senjata Hamas.

Namun, Netanyahu menginginkan Hamas dilucuti terlebih dahulu sebelum Israel memenuhi kewajibannya untuk menarik pasukan.

Perbedaan sikap tersebut menjadi persoalan krusial dalam pelaksanaan rencana perdamaian.

Sebab, Hamas juga sebelumnya menegaskan tidak akan menjalankan roadmap tersebut jika Israel belum memenuhi kewajibannya, termasuk melakukan penarikan pasukan secara bertahap dari wilayah Gaza.

Dokumen yang diperoleh Middle East Eye menyebutkan, senjata Hamas dan kelompok Palestina lainnya tidak akan diserahkan kepada Israel.

Persenjataan tersebut akan ditempatkan di bawah kendali Komite Nasional yang nantinya menjadi otoritas transisi di Gaza.

 

Masih Menyerang saat Gencatan Senjata

 

Hamas menyatakan akan mempertahankan persenjataannya sampai Israel menghentikan serangan, membuka akses bantuan dan barang ke Gaza, serta menarik pasukannya sesuai kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada Oktober tahun lalu.

Baca Juga: Imbas Intimidasi Pemenang Lelang, Hotel Arianz Tutup Operasional dan PHK 40 Karyawan

Meski gencatan senjata telah disepakati, serangan Israel di Gaza dilaporkan masih berlangsung.

Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan utama dalam penerapan rencana perdamaian.

Kepala Perwakilan Tinggi Board of Peace untuk Gaza, Nickolay Mladenov menilai proposal tersebut tetap menjadi jalan untuk mengakhiri konflik.

“Pilihan yang kami tawarkan saat ini adalah satu-satunya jalan ke depan untuk memastikan tragedi ini tidak terjadi lagi,” ujar Mladenov. (lyn/gas/JPG/r3)

 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Jawa Pos
Benjamin Netanyahu hamas Israel gaza Donald Trump